Doa Sehari Hari

√ Sholat Ashar: Bacaan Niat, Waktu dan Tata Cara (Lengkap)

×

√ Sholat Ashar: Bacaan Niat, Waktu dan Tata Cara (Lengkap)

Share this article
ashar

Sholat Ashar merupakan salah satu sholat wajib yang dilakukan setelah siang hari menjelang tenggelamnya matahari. Selain sifat wajibnya, sholat ini memberikan keistimewaan bagi yang melaksanakannya. Riwayat hadits Muslim Rahimahullah no. 830 menyebutkan jika menunaikan ibadah fardu satu ini dapat memberikan pahala dua kali lipat bagi para pelakunya.

Adapun keutamaan lain dari sholat Ashar adalah dapat mengantarkan pelaksananya ke pintu surga, menjadi pribadi yang jujur, menjaga ketersediaan amalan sebagaimana kondisi harta dan keluarga, dan disaksikan oleh malaikat.

Allah tentu tidak akan memerintahkan hamba-Nya jika tidak diimbangi dengan hadiah pahala melimpah, termasuk pahala sholat Ashar terutama jika dijalankan dengan penuh kesungguhan. Untuk bisa melaksanakan sholat Ashar dengan khusyu, tentunya Anda perlu mengetahui serta mengamalkan niat dan tata caranya. Berikut adalah penjelasan mengenai niat, waktu, dan tata cara lengkap sholat Ashar.

Niat Sholat Ashar

Secara garis besar, pengamalan niat sholat Ashar terbagi menjadi tiga, yaitu ketika sedang dilakukan sendiri, berposisi sebagai imam, dan menjalaninya sebagai makmum. Untuk sholat Ashar yang dilakukan sendiri, lafadz niatnya adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya:

“Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Sedangkan ketika Anda melaksanakan sholat Ashar sebagai imam, jelas lafadz niatnya tidak sama dengan saat Anda melakukannya sendiri. Berikut adalah lafadz niat shalat Ashar sebagai imam:

Baca Juga :   Doa Mohon Di Naikkan Derajat Lengkap

 اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta’aala

Artinya:

“Aku berniat shalat fardhu ‘Ashar empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

Perbedaan lafadz niat shalat Ashar berlaku pula pada saat Anda melakukannya sebagai makmum. Berikut ini bacaan sholat Ashar sebayai makmum.

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli fardhol ‘ashri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala

Waktu Sholat Ashar

Sesudah mengetahui lafadz niat sholat Ashar, ada baiknya Anda mengetahui batasan waktu dalam melaksanakan sholat Ashar. Dengan mengetahui hal ini, Anda dapat menyegerakan diri untuk sholat Ashar di awal waktu dan menghindari perbuatan menunda-nunda sholat. Terlebih ketika Anda sedang dalam perjalanan, di mana Anda tidak mendapatkan sinyal untuk mencari tahu jam waktu sholat di teknologi gawai.

Balik lagi ke pembahasan batasan waktu, dikutip dari berbagai sumber, batas waktu sholat Ashar awal adalah tatkala panjang bayangan suatu benda itu sama dengan panjang bendanya. Apabila Anda melihat tanda-tanda seperti ini di barang-barang, Anda bisa langsung menyegerakan ibadah sholat Ashar. Terlebih ada hadits nabi — yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA — menyebutkan jika shalat Ashar di awal waktu merupakan sunnah:

Baca Juga :   8 Perbuatan yang Membatalkan Puasa

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُصَلِّى الْعَصْرَ وَالشَّمْسُ مُرْتَفِعَةٌ حَيَّةٌ

Artinya:

“Rosulullah shollallahu ‘alaihi was sallam sering melaksanakan sholat ‘Ashar ketika matahari masih tinggi”

Lakukanlah sholat Ashar sedini mungkin. Usahakan sebelum matahari menghilang di ufuk barat, mengingat ini merupakan batas akhir sholat Ashar. Selain itu, ada hadits Nabi yang menyebutkan jika sholat di saat sinar matahari menguning menunjukkan kemunafikan dari pelakunya. Berikut adalah bunyi hadits tersebut:

Dari Anas bin Malik radhiyallahuanhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,”… itu adalah sholatnya orang munafik yang duduk berhadap matahari hingga saat matahari berada di antara dua tanduk syetan, dia berdiri dan membungkuk 4 kali, tidak menyebut nama Allah kecuali sedikit.” (HR. Muslim).

Kendati demikian, bagi Anda yang tidak bisa melaksanakan sholat Ashar sedini mungkin lantaran urusan mendesak, amalan sholatnya tetap diperhitungkan. Sebagaimana hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Huroiroh menuliskan:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنَ الْعَصْرِ قَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ فَقَدْ أَدْرَكَ الْعَصْرَ

Artinya:

“Barangsiapa yang mendapati satu roka’at sholat ‘Ashar sebelum matahari tenggelam maka ia telah mendapatkan sholat ‘asha

Yang jelas, perbuatan paling berbahaya adalah tidak melaksanakan sholat Ashar. Disebutkan dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Abul Mulaih RA, perbuatan meninggalkan sholat Ashar mengakibatkan pada tidak terhitungnya amalan para pelakunya.

Baca Juga :   Kumpulan Doa Puasa Ramadhan Hari Ke 1 Sampai Hari Ke 5 Lengkap

كُنَّا مَعَ بُرَيْدَةَ فِى غَزْوَةٍ فِى يَوْمٍ ذِى غَيْمٍ فَقَالَ بَكِّرُوا بِصَلاَةِ الْعَصْرِ فَإِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ تَرَكَ صَلاَةَ الْعَصْرِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ

Artinya:

“Kami bersama Buraidah pada saat perang di hari yang mendung. Kemudian ia mengatakan, “Segerakanlah sholat ‘Ashar karena Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Barangsiapa yang meninggalkan sholat ‘Ashar maka amalnya telah batal”.

Tata Cara Sholat Ashar

Selanjutnya Anda perlu  mengetahui tata cara melaksanakan sholat Ashar, seperti apa gerakan yang harus dilakukan dan kronologi melakukannya. Sholat Ashar dimulai dengan membaca niat sholat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan takbiratul ihram serta membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah dan surat dari Al-Quran.

Sesudah itu, gerakan dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud, dan berdiri kembali untuk melakukan rakaat kedua. Di rakaat kedua ini, gerakan yang dilakukan sama dengan rakaat pertama. Namun, di sini Anda diwajibkan untuk melakukan tasyahud awal usai sujud kedua.

Kemudian, lakukanlah rakaat ketiga, yang Gerakan dan bacaannya kurang lebih sama dengan rakaat pertama. Shalat ditutup dengan rakaat keempat, di mana usai sujud kedua Anda diwajibkan melakukan tasyahud akhir dan mengucapkan salam.

Itulah bacaan niat, waktu, dan tata cara lengkap dari sholat Ashar. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam menunaikan sholat dengan khusyu, sehingga Anda bisa memperoleh segala keutamaannya dengan penuh seluruh.

Belanja Shopee Mom & Kids