Contoh Makalah

Contoh Makalah – Makalah seperti menjadi makanan sehari-hari untuk mahasiswa di perguruan tinggi karena pasti hampir semua dosen dan matakuliah akan memberikan makalah yang dikerjakan mingguan. Dulu waktu masih duduk di bangku sekolah entah itu SMP ataupun SMA/SMK membuat makalah tidaklah serumit dan sekompleks membuat makalah saat berada di perguruan tinggi. Ada beberapa hal yang masih menjadi lumrah ketika membuat makalah untuk tingkat sekolah, tapi lain hal jika kamu berada di perguruan tinggi. Makalah yang tidak benar hanya akan membuat nilai akademikmu berkurang. Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan dibahas secara lebih jelas mengenai makalah. Tidak ada makalah yang sempurna. Tetapi ada susunan-susunan dan kaidah yang sebaiknya kamu ikuti saat mengerjakan makalah. Simak terus dan pelajari! Jangan sampai nilai akademikmu turun hanya karena makalahmu yang jauh dari sempurna.

Contoh dan Cara Membuat Makalah

Pengertian Makalah

Pertama-tama, coba lihat pengertian makalah menurut KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia terlebih dahulu. Di dalam KBBI, makalah adalah sebuah tulisan resmi tentang suatu pokok bahasan yang dibuat untuk dibacakan di hadapan umum, di suatu persidangan dan sering disusun untuk diterbitkan.

Secara lebih jelasnya, makalah merupakan sebuah karangan faktual dengan susunan dan panjang tertentu yang akan dipublikasikan baik secara online ataupun cetak. Umumnya, makalah dibuat untuk suatu pemenuhan tugas tertentu entah itu akademik dan non-akademik. Sebagai sarana penyampaian informasi, makalah memiliki tujuan untuk memperlihatkan seberapa dalam kemampuan dan pemahaman penulis mengenai topik yang ia jabarkan pada makalah yang dibuat.

Makalah bisa dibuat dengan cara mengkaji suatu teori atau kajian literatur yang menjadi dasar pemikiran penulis untuk membahas topic yang ingin ia angkat jadi disini dapat dilihat bagaimana si penulis mampu memahami apa yang ia jabarkan di dalam makalah.

Jenis-Jenis Makalah

Kita semua bisa menemukan makalah dengan mudah. Entah itu diperpustakaan atau di Internet. Berbagai makalah ini membahas berbagai macam topic dengan berbagai macam cara pula. Oleh karena itu, dilihat berdasarkan isinya, jenis-jenis makalah bisa dibagi ke dalam tiga macam, yaitu:

  • Makalah Dedukatif

Apabila teman-teman diminta untuk membuat makalah dedukatif berarti isi makalah tersebut harus berdasarkan data primer, seperti hasil rapat, survey atau data lapangan yang benar-benar nyata. Selain itu juga harus berdasarkan kajian teoritis yang relevan dengan topik yang dibahas. Biasanya dalam pembuatannya pengumpulan data haruslah dilakukan sendiri dan makalah dedukatif ini sering dibuat oleh mahasiswa pada tingkat universitas.

  • Makalah Induktif

Berbeda dengan makalah sebelumnya. Makalah induktif ini merupakan makalah yang isinya merupakan pembahasan dari data sekunder seperti buku, tesis, atau kajian teoritis lain yang relevan dengan topic yang ingin dibawakan pada makalah. Meskipun menggunakan data sekunder, makalah ini tetap harus bersifat objektif.

  • Makalah Campuran

Dari namanya tentu teman-teman sudah bisa menebak jenis seperti apakah makalah campuran ini. Pada makalah campuran menggunakan penggabungan dari makalah induktif dan juga makalah deduaktif yang artinya pembahasannya menggubakan kajian data primer dan juga kajian dari data sekunder seperti buku, tesis atau landasan teori lainnya. Hal ini diperlukan agar memberikan hasil pembahasan yang lebih jelas dan tajam. Dari makalah campuran ini terdapat 6 (enam) jenis makalah yang sebaiknya teman-teman ketahui, yaitu:

  1. Makalah Ilmiah : jenis makalah ini merupakan sebuah pembahasan mengenai hasil dari studi ilmiah yang dilakukan. Hasil penulisannya pun terpatok pada dasar teori yang sudah ada. Jadi biasanya makalah ilmiah ini memiliki kesimpulan yang bukan murni berasal dari opini penulis yang bersifat subjyektif.
  2. Makalah Kerja : yang satu ini merupakan makalah yang diperoleh dari suatu kerja atau penelitian namun tetap berdasarkan data dan teori yang relevan dengan penelitian sehingga pada makalah kerja memungkinkan seorang penulis untuk memberikan pendapatnya sendiri dari hasil pemikirannya sesuai dengan apa yang telah ia temukan. Meski bersifat subyektif, opini atau gagasan yang dikemukakan haruslah sesuai dan relevan bukan sesuatu yang tidak masuk diakal atau melenceng jauh dari penelitian yang dilakukan.
  3. Makalah Kajian : makalah kajian membahas tentang suatu sarana pemecahan masalah yang bersifat kontroversial.
  4. Makalah Posisi : ini dibuat atas dasar permintaan suatu pihak sebagai bentuk alternatif untuk menyelesaikan permasalahan yang sifatnya kontroversial. Prosedur pembahasan dan penulisan pada makalah posisi ini haruslah ilmiah.
  5. Makalah Analisis : ini bersifat objektif dan empiris.
  6. Makalah Tanggapan : jenis makalah ini yang biasanya dijadikan tugas untuk mahasiswa perguruan tinggi karena mata kuliah tanggapan ini berisi suatu reaksi mahasiswa terhadap suatu bacaan yang akan dibahas secara dedukatif dan juga induktif.

Fungsi Makalah

Teman-teman tentu tahu dan memahami bahwa makalah yang dibuat itu memiliki sifat informatif karena ada gagasan yang dibagian untuk kepentingan-kepentingan tertentu yang berguna bagi banyak orang. Oleh karena itu makalah yang dibuatpun harus memenuhi fungsi utamanya. Berikut beberapa fungsi makalah yang dibuat:

  1. Makalah merupakan media belajar untuk penulis agar mampu menyusun suatu karya ilmiah yang lebih benar dan cermat karena makalah ini umumnya berbentuk sederhana dan tidak serumit karya ilmiah.
  2. Selain itu, sebuah makalah ini akan mampu membantu penulis untuk lebih berpikir dan berwawasan keilmuan lebih luas melalui sebuah pengalaman penulisan dan juga pengumpulan data serta kajian teori secara langsung.
  3. Setiap makalah pasti akan menghasilkan sesuatu. Oleh karena itu makalah pun harus berfungsi sebagai sumbangan pemikiran dari penulis baik berupa konsep teoritis maupun konsep praktis.
  4. Adanya makalah yang terus diperbarui dari berbagai pemikiran juga akan bermanfaat dalam perkembangan konsep keilmuan maupun pemecahan masalah.

Karakteristik Makalah

Tidak semua yang berisi tentang pembahasan ide atau gagasan bisa disebut dengan makalah. Teman-teman harus memahami bahwa selain makalah, ada juga karya tulis berupa paper dan jurnal ilmiah. Ketiganya melakukan pembahasan dengan data dan juga landasan teori tetapi ketiganya tidak bisa disebut dengan makalah. Beberapa karakteristik yang ada pada makalah:

  1. Makalah merupakan sebuah karya tulis yang membahas atau menelaah suatu kajian literature yang sudah ada atau bahkan sebuah laporan pelaksanaan kegiatan lapangan.
  2. Umumnya, suatu makalah ini dibuat untuk dipresentasikan pada suatu seminar, siding atau diskusi.
  3. Ada bagian pokok yang harus ada pada makalah adalah pendahuluan, isi, dan juga kesimpulan.

Sedangkan paper dan jurnal ilmiah tentu saja memiliki karakter yang lebih dalam  dan luas dibanding dengan makalah. Misalkan saja salah satu karakteristik paper adalah sebuah karya tulis ilmiah yang digunakan untuk mendokumentasikan sesuatu atau hasil penelitian yang baru. Sedangkan untuk jurnal ilmiah, karakter yang paling menonjol adalah berupa kumpulan karya ilmiah yang diterbitkan setiap kurun waktu tertentu.

Ciri Makalah yang Berkualitas

Membuat makalah sebaiknya tidak hanya memikirkan tentang aspek penyelesaian saja. Untuk tahu apakah makalah yang teman-teman jadikan referensi atau buat adalah makalah berkualitas, makalah itu sebaiknya memenuhi beberapa hal berikut ini:

  1. Suatu makalah yang berkualitas, tidak hanya baik dan lengkap, haruslah memiliki validasi data yang tinggi. Artinya, data tersebut benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya data yang asal diambil untuk pemenuhan tugas.
  2. Di dalam makalah menyertakan pembahasan yang dilakukan oleh penulis. Ada pembahasan yang sudah sesuai dengan kaidah keilmuan seperti makalah dedukatif, tetapi juga ada makalah yang bisa menerangkan opini penulis. Pembahasan ini haruslah memiliki analisa serta interpretasi yang objektif.
  3. Kejujuran penulispun harus ada. Suatu gagasan atau teori atau hasil diskusi yang dituangkan pada makalah haruslah memiliki kejujuran ilmiah. Jangan sampai makalah yang ditemukan ternyata hanya hasil plagiarism dari makalah lain yang sudah ada. Atau hasi pembahannya merupakan sebuah rekayasa demi hasil yang sempurna.
  4. Jujur adalah utama dalam karya tulis apapun. Hal ini berkaitan erat dengan penulisan sumber data dan pendapat yang digunakan dalam suatu makalah. Inilah guna dari daftar pustaka yang sebaiknya ditulis secara lengkap dan benar.
  5. Meskipun kita bisa menulis makalah berlembar-lembar, hal ini tidak berarti teman-teman bisa membuat pembahasannya bertele-tele tanpa arah. Makalah yang dibuat haruslah menggunakan bahasa yang jelas, singkat, sederhana, dan juga teliti.
  6. Makalah telah memiliki aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, makalah yang dibuat haruslah bersifat sistematis dan juga utuh.

Struktur Makalah

Sebelumnya telah disinggung bahwa salah satu ciri dari makalah yang berkualitas haruslah sistematis. Oleh karena itu, aturan yang perlu diketahui adalah tentang struktur makalah. Penulisan makalah ini memiliki strukur penyusun yang membuat suatu makalah lebih bisa dipahami dengan pembagian bab dan subab. Berikut struktur makalah dan juga penjelasannya yang sebaiknya teman-teman pahami lebih lanjut.

  • Cover Makalah

Cover makalah atau juga sampul makalah adalah halaman paling depan dari sebuah makalah yang memuat judul makalah, nama penulis, logo lembaga/institusi, tempat dan tahun terbit atau tahun pembelajaran. Beberapa yang harus diperhatikan adalah tentang penulisan berikut:

  1. Penulisan judul haruslah menggunakan huruf kapitak dan dicetak tebal dengan menggunakan jenis font Times New Rowmandengan besar ukuran font 14 dan ditulis dengan pengaturan layout centeratau rata tengah. Judul yang ditampilkan harus bersifat informatif. Meski singkat haruslah mampu menggambarkan keseluruhan isi makalah. Teman-teman tidak bisa menuliskan judul seperti ‘BUSANA PENGANTIN KERATON YOGYAKARTA’ seharusnya ditulis dengan ‘MAKNA SIMBOL DAN MODIFIKASI PADA BUSANA PENGANTI KERATON YOGYAKARTA’.
  2. Nama penulis menggunakan huruf capital setiap memulai kata baru, tidak perlu semua dengan huruf kapital. Tidak perlu di cetak tebal. Menggunakan rata tengah mengikuti judul dan letaknya ada di bawah logo. Nama ini haruslah ditulis secara lengkap dan tidak boleh disingkat.
  3. Keterangan nama instansi dan tahun terbit haruslah dicetak tebal dan menggunakan huruf kapital serta menggunakan rata tengah mengikuti penulisan judul dan juga nama penulis.
  • Kata Pengantar Makalah

Secara keseluruhan, kata pengantar ini akan berisikan mengenai seluruh garis besar makalah yang teman-teman tulis. Hanya garis besar secara umum saja. Karena jika dijabarkan secara detail maka kata pengantar ini akan sangat panjang.

Biasanya dalam menulis kata pengantar, penulis diperbolehkan memberikan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kemudian menceritakan secara singkat siapa saja yang telah terlibat dalam penulisan makalah tersebut. Bisa juga menceritakan secara ringkas proses penulisan makalah seperti waktu, tempat, dan juga bantuan-bantuan yang sudah diberikan selama masa penulisan makalah tersebut. Pun diakhir kata pengantar boleh ditutup dengan harapan dan doa penulis tentang makalah yang telah ditulis baik untuk penulis ataupun pembaca.

Contoh Kata Pengantar Makalah, Laporan, Skripsi, Tugas, Praktikum, Proposal Lengkap!Mungkin kamu adalah salah satu orang yang bergelut dengan karya tulis. Tentunya dengan adanya karya tulis yang kamu buat maka nantinya akan banyak hal baru yang bisa kamu lakukan. Jika kamu merupakan salah satu orang yang bergelut dengan karya tulis maka bukan hal baru untuk bisa membuatnya. Termasuk salah satunya adalah saat kamu membuat kata pengantar pada berbagai karya tulis yang kamu buat nantinya.

Kata pengantar tentunya menjadi sebuah hal yang tidak kalah penting untuk ada pada sebuah karya tulis baik itu makalah, laporan, skripsi, dan lain sebagainya. Saat ini banyak sekali berbagai macam contoh contoh kata pengantar makalah, laporan, skripsi, tugas, praktikum, proposal lengkapyang tersedia. Sehingga nantinya bisa kamu gunakan untuk membuat kata pengantar yang baik dan benar pada berbagai karya tulis yang dibuat. Untuk itu maka kamu perlu mencari referensi yang tepat terkait dengan berbagai macam contoh yang tersedia untuk digunakan.

Dalam pembahasan kali ini kamu akan di berikan informasi tentang beberapa contoh kata pengantar makalah. Dengan adanya informasi yang di sampaikan maka nantinya kamu akan lebih mudah untuk membuat sebuah kata pengantar. Untuk itu maka sangat penting bagi kamu sekarang ini supaya menyimak pembahasan mengenai contoh kata pengantar makalah, laporan, skripsi, tugas, praktikum, proposal lengkap. Sehingga nantinya pemahaman kamu tentang hal-hal yang perlu di lakukan bisa lebih maksimal tentunya.

  • Abstrak Makalah

Umumnya dalam suatu makalah akan terdapat abstrak dengan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tetapi teman-teman bisa mempertimbangkan penulisan abstrak hanya berbahasa Indonesia saja. Kebanyakan hal seperti ini akan menjadi anjuran dari para dosen tetapi jika makalah tersebut sangat penting dan akan disebarkan kepada pihak yang lebih luas daripada faklutas, akan lebih baik jika memberikan abstrak makalah dalam dua bahasa seperti untuk skripsi contohnya.

Penulisan abstrak tidak diperbolehkan lebih dari 250 kata untuk bahasa Indonesia. Sedangkan penulisan abstrak dalam bahasa Inggris tidak diperbolehkan menulis leboh dari 200 kata. Abstrak yang ditulis pada suatu makalah ini umumnya berisi tentang tujuan penelitian, metode penelitian, hipotesa, serta rangkuman hasil yang diperoleh berdasarkan penelitian yang dilakukan.

Selain itu juga terdapat bagian kata kunci yang harus teman-teman tuliskan pada bagian bawah. Kata kunci ini haruslah 3 (tiga) hingga 5 (lima) kata saja. Apabila makalah ini akan diterbitkan di skala nasional maka abstrak berbahasa Indonesia ada terlebih dahulu daripada bahasa Inggris, sedang jika akan diterbitkan skala internasional maka bahasa Inggris ada lebih dulu dibanding abstrak yang berbahasa Indonesia.

  • Daftar Isi

Daftar isi ini sangatlah penting dan harus dibuat dalam suatu makalah karena berisi seluruh hal yang ada di suatu makalah mulai dari halaman pertama seperti kata pengantar hingga bagian akhir seperti daftar pustaka juga lampiran jika ada.

Cara membuat daftar isi relatif mudah apalagi dengan menggunakan Microsoft Word terbaru. Teman-teman hanya perlu melihat pada bagian atas kumpulan menu dan icon dan klik di bagian references. Di sana akan ada sub-menu Table of Contents yang berisi beberapa jenis daftar isi sesuai dengan kebutuhan.

  • Pendahuluan Makalah

Bab pertama sebelum memulai pembahasan dari sebuah makalah ada pendahuluan makalah. Di bagian ini diterangkan secara umum mengenai topi makalah dari sudut pandang penulis. Sebuah pendahuluan akan menjelaskan tentang pokok awal sebuah masalah yang akan dibahas pada makalah ini. Oleh karena itu, pendahuluan biasanya akan diisi oleh subab seperti latar belakang, identifikasi masalah, batasan makalah (jika diperlukan), rumusan makalah, manfaat dan tujuan.

Cara Membuat Latar Belakang Masalah pada Makalah

Latar belakang memberikan penjelasan awal mula dari mana masalah tersebut diambil. Di dalamnya menerangkan keterkaitan yang kuat sehingga muncul masalah yang akan dibahas di makalah tersebut.

Sebenarnya, pada latar belakang sudah mengandung masalah yang dijabarkan, kemudian dituliskan dengan lebih ringkas pada identifikasi masalah. Identifikasi masalah ini bisa sangat banyak. Oleh karena itu, subab batasan masalah terkadang diberikan untuk membatasi poin mana saja yang akan dibahas. Jadi pada rumusan masalah nanti akan ditemukan poin masalah yang memang sangat penting saja yang akan dibahas dan tidak semua identifikasi masalah akan dibahas. Sedangkan manfaat dan tujuan sudah jelas menerangkan tentang tujuan dan manfaat apa dari penulisan makalah tersebut.

  • Isi atau Pembahasan Makalah

Masuk ke bab selanjutnya adalah isi atau pembahasan masalah yaitu ada di bab dua. Pada bab ini penulis akan menerangkan dengan jelas mengenai permasalahan pada bab pendahuluan namun harus diawali dengan penjelasan mengenai penelitian yang dilakukan, tempat dan sasarm penelitian, data penelitian, metode apa yang digunakan.

Data-data yang disajikan bisa berupa data kualitatif atau kuantitatif tergantung dari metode apa yang digunakan oleh penulis untuk meneliti. Beberapa metode penelitian yang biasanya dilakukan yaitu survey, wawamara, dan pengamatan. Apabila survey maka akan ada data berupa tabel dan angka, jika menggunakan wawancara maka kutipan wawancara ini bisa dicantumkan. Dari data inilah kemudian digunakan sebagai dasar untuk menjawab pokok permasalahan yang sudah ditentukan pada bab pendahuluan.

  • Penutup Makalah

Penutup makalah ini berisi dua subab yaitu kesimpulan dan saran. Kesimpulan ini bisa dimulai dengan menuliskan rangkuman mulai dari bab pendahuluan hingga bab pembahasan masalah yang diambil intinya dan dirangkai sedemikian rupa menjadi sebuah paragraf. Kemudian berikan kesimpulan pada akhir paragraf mengenai pemecahan masalah, solusi, atau hasil dari penelitian tersebut.

Sedangkan pada bagian saran penulis menuliskan solusi atau cara terbaik menanggulangi masalah yang sudah ditemukan pada bagian kesimpulan. Jadi bagian saran bukan merupakan paragraf yang menjelaskan tentang saran untuk penulis dan makalahnya, tetapi merupakan opini penulis untuk memecahkan masalah atau solusi dari hasil penelitian yang ditemukannya.

  • Daftar Pustaka Makalah

Makalah tidak dibuat dengan dasar opini pribadi tanpa memberikan kajian literature. Apabila makalah hanya ditulis murni berdasarkan opini tanpa adanya sumber data hingga landasan teori dan sebagainya, maka makalah tersebut murni hanya opini penulis.

Sudah dijelaskan bahwa data bisa dilakukan dengan bentuk sekunder yaitu buku, tesis, atau kajian literature yang bisa ditemukan secara online ataupun berbentuk buku. Oleh karena itu, daftar pustaka ini akan memuat seluruh sumber data entah teori atau gagasan dari penulis lain yang digunakan pada makalah secara lengkap.

  • Lampiran-Lampiran Makalah

Apa bila diperlukan, lampiran-lampiran bisa dicantumkan pada makalah yang dibuat. Lampiran ini bisa berupa bukti foto kegiatan selama penelitian, atau foto-foto pendukung. Juga data-data yang sudah disusun secara rapi sehingga mudah dibaca untuk pengecekan apakah ada data yang salah digunakan pada pembahasan atau tidak.

Cara Membuat Makalah

Terkadang saat membuat makalah teman-teman akan bingung bagaimana memulainya. Bahkan menentukan apa yang ingin dibahas saja rasanya sulit. Berikut beberapa cara membuat makalah yang sebaiknya teman-teman semua perhatikan.

  • Memilih Topik Makalah

Sebelum menentukan judul, pilihlah topik apa yang akan menjadi tema besar dari makalah yang akan ditulis. Mudahnya, biasanya penulis akan menemukan masalah terlebih dahulu yang mengganggunya kemudian dicari latar belakang munculnya masalah tersebut. Dari latar belakang inilah, penulis mampu menentukan topik yang ingin disampaikan. Topik ini biasanya adalah sesuatu yang berkutat di bidang akademis atau mata pelajaran seperti sejarah, agama, teknologi, biologi, dan seterusnya. Pertimbangan pemilihan topik sebaiknya memenuhi 4 (empat) aspek seperti kemampuan penulis menguasai topik tersebut, ketersediaan referensi atau data sekunder, kesan menarik dan seberapa besar manfaat yang akan didapat apabila penulis memutuskan mengambil topik tersebut.

  • Menentukan Judul Makalah

Judul akan penulis temukan saat terakhir, artinya proses penulisan makalah sudah selesai terlebih dahulu baru judul bisa ditentukan. Hal ini lebih mudah dilakukan daripada membuat judul terlebih dahulu padahal latar belakang hingga pokok masalah yang dibahas belum jelas. Alangkah lebih baik menentukan latar belakang hingga rumusan masalah serta tujuan dari penulisan makalah. Dengan hal tersebut akan lebih mudah menentukan judulnya.

Penulisan judul haruslah menarik, cukup singkat, padat, dan jelas tetapi juga harus bisa mencakup secara garis besar isi makalah agar pembaca dapat langsung mengerti dan memahami isi makalah terlebih dahulu hanya membaca dari judulnya.

  • Mengumpulkan Bahan Referensi

Makalah tanpa referensi agaknya mustahil dilakukan. Kemampuan pernulis tentu terbatas dan untuk memperluas pengetahuannya demi memecahkan masalah yang dibawa pada makalah tersebut maka haruslah mencari referensi atau juga data sekunder yang bisa membantu dalam penyelesaian masalah. Referensi ini biasanya berupa buku teori, jurnal ilmiah, atau juga penelitian dengan topik yang sama. Referensi ini nantinya akan dijadikan patokan agar opini yang diberikan memiliki alasan yang kuat serta masuk akal bukan semata-mata opini tanpa pembuktian saja.

  • Menulis Makalah dengan Struktur yang Ada

Menulis makalah sesuai struktur yang sudah ada. Pada bagian sebelumnya sudah dijelaskan mengenai susunan struktur makalah yang baik. Penggunaan struktur makalah dalam penulisannya tidak hanya agar makalah yang dibuat terkesan rapi, tetapi juga mempermudah siapa saja yang membaca untuk menemukan bagian penting yang dibahas pada makalah tersebut dengan lebih mudah.

  • Perhatikan Pemilihan Bahasa

Pemilihan bahasa pada penulisan makalah yaitu menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Dibenarkan atau EYD bahasa Indonesia. Apabila jika ada bahasa asing atau istilah asing maka penulisannya dicetak miring pun jika memberikan contoh atau data yang memang ada bahasa tidak baku sebainya ditulis miring atau italic.

Penulisan makalah memang bisa menghabiskan berlembar-lembar tetapi harus fokus, sesingkat mungkin dan sejelas mungkin karena apabila menggunakan bahasa yang terlalu bertele-tele juga akan membuat orang membaca makalah. Gunakan gaya penulisan yang informatif agar isi makalah bisa tersampaikan dengan baik.

  • Menyunting Makalah

Lakukan penyuntingan makalah! Penting jika sudah selesai menulis dan menyusun makalah, baca lagi makalah tersebut dari awal hingga akhir. Bisa jadi ada penulisan kata yang berlebihan, salah atau masih rancu dan sulit dipahami. Penyuntingan ini tidak hanya untuk melihat kerapihan makalah saja tetapi keseluruhan isi makalah agar makalah yang dibuat semakin baik dan sempurna.

Contoh Makalah

Setelah pembahasan yang cukup panjang lebar, agar lebih memahami tentang penulisan makalah. Berikut contoh penulisan makalah yang bisa dijadikan referensi teman-teman.

Contoh Cover Makalah

PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN TEKNOLOGI

Contoh Cover Makalah

Makalah ini disusun sebagai bukti hasil tugas kelompok.

Disusun oleh:

Asep Firmansyah

Michael Unical

Nanang B. H.

Ahmad J. R

Steven Hamam


SMA NEGERI 2 BANDUNG

Jl. Cihampelas No. 123, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 44311

Contoh Abstrak Makalah

KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT KULIT INFEKSI PADA PENDUDUK KECAMATAN KUBU, KABUPATEN KARANGASEM, BALI

Ayu Sutrini N,Dina Wahyuni L. Pt, Swastika Adiguna M, Semedha Pindha IGA

Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Fakultas Kedokteran Udayaana, RS Sanglah Denpasar

Email: ayusturini@yahoo.com

Abstrak

Latar belakang : penyakit kulit infeksi cenderung ditemukan di daerah tropis beriklim dengan tingkat sosial ekonomi penduduk rendah. Kecamatan Kubu di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali merupakan daerah beriklim tropis dengan tingkat sosial ekonomi penduduk yang rendah. Penyakit kulit menempati peringkat kelima dari 10 besar penyakit yang ada di daerah ini.

Tujuan :Mengetahui karakteristik penderita penyakit kulit infeksi pada penduduk Kecamatan Kubu Karangasem Bali pada bulan Februari tahun 2009.

Metode :Dilakukan pendelitian descriptive crossectional pada penduduk Kecamatan Kubu kabupaten Karangasem Bali pada bulan Februari 2009. Diagnosis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan KOH.

Hasil :Dari 178 orang penderita penyakit kulit di Kecamatan Kubu, 91 orang (51.1%) menderita penyakit kulit infeksi yang terdiri dari mikosis (49.5%), skabies (32.9%), folikulitus (2.2%), impetigo (5.5%) dan ektima (9.9%). Perbandingan antara pria : wanita – 2 : 1, didomiasi kelompok usia 2,5 – 44 tahun (30.8%) dan ternbanyak dibidang pekerjaan pertanian dan peternakan (28.3%).

Kesimpulan :dari seluruh kasus didapatkan bahwa penderita penyakit kulit infeksi terbanyak adalah laki-laki pada kelompok umum 25 – 44 tahun dan bekerja dibidang pertanian serta pertenakan. Penyakit kulit infeksi terbanyak adalah mikosis.

Kata Kunci :Penyakit Kulit Infeksi, crossectional deskriptif

Contoh Daftar Isi Makalah

Contoh Daftar Isi Makalah

 

Contoh Kata Pengantar Karya Ilmiah

Pembukaan

Kata-kata pembukaan biasanya akan di jumpai pada paragraph pertama dan kedua dimana hal tersebut berisikan ucapan rasa syukur atas di selesaikannya karya tulis yang dibuat. Misalnya saja pada bagian pertama kamu menuliskan “rasa syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kelancaran kepada saya untuk menyelesaikan karya tulis ini”. Kalimat tersebut biasanya banyak digunakan oleh penulis untuk bisa menggambarkan rasa syukurnya kepada Allah.

Isi

Selanjutnya yang perlu di tuliskan dalam sebuah kata pengantar adalah isi mengenai gambaran singkat tentang karya tulis yang dibuat. Kamu bisa menuliskan judul karya tulis yang dibuat supaya nantinya pembaca sedikit paham tentang apa isi pesan yang ada didalamnya. Dengan menuliskan judul dari karya tulis yang kamu buat maka tidak membutuhkan bahasan yang cukup panjang didalam sebuah kata pengantar.

Penutup

Penutup ini biasanya berisikan tentang permohonan maaf yang dibuat oleh peneliti kepada pembaca atas karya tulisnya. Hal ini penting untuk di cantumkan karena pada dasarnya sebuah karya tulis tidak akan pernah lepas dari adanya kekurangan. Untuk itu maka kamu perlu menyampaikan adanya permohonan maaf kepada para pembaca. Kamu bisa menuliskan “jika terdapat kekurangan didalam karya tulis yang saya buat maka saya mohon maaf yang sebesar-besarnya”

Tentunya dalam pembuatan kata pengantar yang baik dan benar sehingga pembaca dapat memahami apa maksud tulisan yang kamu buat. Mungkin itu saja contoh kata pengantar makalah, laporan, skripsi, tugas, praktikum, proposal lengkap yang bisa di sampaikan kepada kamu. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan bisa kamu gunakan untuk membuat sebuah kata pengantar yang baik dan benar nantinya.

Contoh Kata Pengantar Makalah

KATA PENGANTAR

           Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufik, hidayah serta inayatnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang ‘Praktek Asuhan Kebidanan’ dengan baik.

Salawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi guru terbaik dan menjadi suri tauladan bagi umat Islam diseluruh dunia.

Makalah ini penulis susunan untuk memenuhi syarat penilaian pada mata kuliah Konsep Kebidanan, dan penulis harap makalah ini dapat bermanfaat, baik untuk penulis pribadi maupun para peserta didik lainnya.

Dalam menyusun makalah ini pula, penulis berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan sumber-sumber dan informasi, baik dari buku-burku yang telah direkomendasikan oleh dosen atupun website yang terpercaya. Terima kasih kepada dosen pengajar yang telah membimbing dalam penyelesaian makalah ini.

Untuk itu saran dan kritik penulis harapan berkenaan dengan pembuatan makalah ini, demi kesempurnaannya. Atas perhatian yang telah diberikan oleh seluruh pihak yang telah terlibat dan berjasa dalam penyelesaian makalah ini, penulis ucapkan terima kasih.

Jakarta, 04 Januari 2013

Penulis

Contoh Pendahuluan Makalah

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Dalam segala hal yang dilakukan pasti tidak luput dari aturan-aturan yang berlaku di sekitar lingkungan ini. Begitu pula dalam melakukan suatu pembangunan infrastruktur, semua yang terkait hal tersebut memiliki dasar aturan yang sudah ditetapkan dalam Hukum dan Pranata Pembangunan………………. (dan seterusnya)

2. IDENTIFIKASI MASALAH

Masalah yang akan diidentifikasi dalam makalah ini di anatanya adalah:

  1. Pengertian Hukum Pranata Pembangunan.
  2. Struktur Hukum Pranata Pembangunan.
  3. Unsur Hukum Pranata di Indonesia.
  4. Ladasan Hukum Pranata Pembangunan di Indonesia.
  5. Hubungan Hukum dan Pranata Pembangunan.
  6. Pengaplikasian Hukum Pranata Pembangunan.
  7. Contoh Kasus Hukum Pranata Pembangunan di Indonesia.

3. PERUMUSAN MASALAH

Berikut perumusan masalah yang akan diuji dalam makalah, di anatarnya adalah:

  1. Apakah yang dimaksud dengan Hukum Pranata Pembangunan?
  2. Bagaimana struktur Hukum Pranata Pembangunan di Indonesia?
  3. Apa saja unsur-unsur dalam Hukum Pranata Pembangunan?
  4. Apa landasar Hukum Pranata Pembangunan di Indonesia?
  5. Bagaimana hubungan dan pengaplikasian Hukum Pranata Pembangunan?

4. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari pembuatan makalah ini adalah untuk menyampaikan hal-hal mengenai Hukum dan Pranata Pembangunan dalam pembangunan prasarana infrastruktur di Indonesia. Menjabarkan materi dan contoh kasus yang terkait dengan materi tersebut untuk dianalisis.

Contoh Isi Makalah

BAB II

PEMBAHASAN

1. Mengenal Anggrek

Anggrek merupakan tanaman bunga hias yang berbunga indah, anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.

Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris, sedangkan di Asia adalah Muangtahi, dan di Indonesia, anggrek banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera atupun Irian Jaya.

Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah di anatarnya: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera, anggrek larat atau Dendroblum Phataenopis, anggrek bulan atau Phataenopsis amabilis, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya, serta anggrek Paphiopedikin glaucophyllumyang berasal dari Jawa Tengah. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:

  1. Anggrek Ephtisadalah jenis anggrek yang menumpang pada batang pohon lain tetapi tidak meruskan atau merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.
  2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman yang tidak merusak tumbuhan yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mecari makanan untuk berkembang.
  3. Anggrek tanah/ anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.

2. Karakteristik Tanaman Anggrek

Secara morfologi, tanaman anggrek dibagi atas beberapa yayasan bagian yaitu:

  1. Daun

Bentuk daun anggrek bervariasi, mulai dari bujur telur (oval), lonjong (oblong), bulat telur (ovate), bulat telur sungsang (obovate), sendok (spatula), lanset (lanceolate), dan bulat panjang seperti pensil.

  1. Batang

Ukuran batang bervariasi, mulai dari yang sangat tipis, sangat besar, sangat pendek, atau sangat panjang.

  1. Akar

Pada umumnya akar anggrek berbentuk silindris, dan berdaging lunak, mudah patah, dengan ujung akar yang meruncing licin, dan sedikit lengket. Dalam keadaan kering akar tampak berwarna putih keperak-perakan di bagian luar, hanya di bagian ujung akar saja yang berwarna hijau atau tampak keunguan.

  1. Bunga

Bunga anggrek tersusun dalam rangkaian, jumlah kuntum beragam, ada yang tunggal da nada yang banyak. Ada lima bagian utama, yaitu daun kelopak (sepah), daun mahkota (petal), benang sari (stamen), putik (pistil), bakal buah (ovary).

  1. Buah

Buah anggrek berbentuk kapsular atai dikenai dalam dunia botani sebagai buah kotak yang berbelah enam dengan tiga karpel atau rongga buah. Di dalam buah…………….

Contoh Penutup Makalah

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan (Contoh Kesimpulan Makalah)

Berdasarkan hasil permodelan dan penelitian Analisis Tegangan Pembangkit Listrik Tenaga Angin dengan Simulik maka dapat disimpulkan:

  1. Kecepatan angina berpengaruh terhadap tegangan yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga angin. Ketika kecepatan angina besar maka tegangan yang dihasilkan besar, dan sebaliknya ketika kecepatan angin kecil maka tegangan yang dihasilkan kecil pula.
  2. Hasil simulasi Pembangkit Listrik Tenaga angin dengan pengontrol tegangan berupa kondensor, yaitu:
  3. Simulasi dengan kecepatan angina berubah-ubah menggunakan blok random number maka, hasil tengan menunjukkan stabil pada 1 pu.
  4. Simulasi dengan variasi beban resitif, induktif dan kapasitif, dengan masing-masing bernilah 50 kW. Simulasi dengan variasi beban resistif dan induktif tanpa melepas PF kapasitas dan kondensor sinkron dengan beban senilai 50 kW, maka tengan yang dihasilkan stabil pada 1 pu. Sedangkan simulasi beban kapasitif dengan melepas PF kapasitor dan beban senilai 50 kW maka, tegangan yang dihasilkan stabil pada 1 pu.

2. Saran (Contoh Saran Makalah)

  1. Kondensor Sinkron dapat digunakan pada sistem pembangkit listrik tenaga angin berskala besar, dan dapat diaplikasikan di Indonesia jika akan membangun pembangkit listrik tenaga angin dalam skala besar.
  2. Untuk penelitian selanjutnya dapat dikembangkan menjadi eksitasi dengan parameter yang tepat sehingga dapat diperoleh tegangan yang lebih stabil.

Contoh Daftar Pustaka Makalah

DAFTAR PUSTAKA

Ikatan Akuntansi Keuangan. 2012. Definisi Pendapatan.

Magdalena, Berliana. 2012. Pengaruh Jumlah Kredit yang Disalurkan Terhadap Laba yang Didapatkan. Medan: Nongko.

Nurgiyantoro, Burhan, dkk. 2012. Statistic Terapan: Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: UGM Press.

Pradana, Nur Arwanan. 2012. Dampak Program Kredit Modal Kerja dalam Rangka Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah Terhadap Perekonomian Kota Bandar Lampung. Tesis tidak diterbitkan.Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Singarimbun, Ikatan. 2012. Metodologi Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Suryoto, Danang. 2013. Analisis Regresi dan Korelasi Bivariat. Yogyakarta: Amara Books.

Suti, Datu Asmira. 2012. Pengaruh Penyaluran Kredit Terhadap Modal Bank. Malang: Data Pustaka.

Syofywan, Ari. 2012. Peran Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pengembangan UMK di Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat (Studi Kasus: Bank BRI Kecamatan Gebang). Skripsi tidak diterbitkan, Medan: Universitas Sumatera Utara.

Utomo, Cahyo Trio, Achma Hendra Setiawan. 2013. Analisis Peran Kredit Mikro dari Pd BPR BKK Kebumen Cabang Kutowinangun dalam Upaya Mengembangkan Usaha Mikro di Wilayah Kerjanya. Diponegoro Journal of Economics.

Zaelani, Abdul Koid. 2013. Analisis Perbedaan Tingkat Modal, Pendapatan, Keuntungan, dan Pengeluaran Musthahlk sebelum dan Sesudah Disalurkan Dana Zakat Produktif di DPU Daarut Tauhid Yogyakarta. Skripsi tidak diterbitkan, (Yogyakarta : UIN Sunan Kalijaga)

Contoh Makalah Lengkap

Hal 1. Cover

BUSANA PENGANTIN KERATON YOGYAKARTA

Dibuat sebagai syarat pemenuhan tugas akhir semester V

Mata kuliah Ilmu Seni dan Budaya

Contoh Makalah Busana

Dewi A.


FAKULTAS ILMU SENI DAN BUDAYA
UNIVERSITAS TERBAIK YOGYAKARTA

2020

Hal 2. Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segenap limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas seni budaya dengan judul “Busana Pengantin Keraton Yogyakarta” sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam penyelesaian tugasnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, atas berbagai arahan dan bimbingannya pada proses penyelesaian makalah ini.

Penulis berharap dengan makalah seni budaya ini dapat memberi banyak manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca demi perbaikan makalah ini.

Yogyakarta, 23 April 2020

Dewi A.

 

Hal 3. Abstrak

ABSTRAK

Setelah busana tradisional pengantin (Paes Ageng) Keraton Yogyakarta diizinkan untuk dikenakan ke seluruh lapisan masyarakat untuk perayaan pernikahan sejak tahun 19940 oleh Sultan Hamengkubuono IX, Paes Ageng menjadi sangat terkenal dan dikenalan oleh banyak orang dari semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Akan tetapi pemahaman mengenai makna dari setiap detail yang ada di Paes Ageng masih sangat minim. Makalah ini bertujuan untuk memperkenalkan Paes Ageng yang tidak hanya indah, teliti, dan juga kompleks tetapi juga memiliki arti yang hebat disetiap detailnya.

Banyak penjelasan dan pengertian mengenai Paes Ageng di Internet tetapi hanya sedikit yang memberikan penjelasan dengan baik. Jadi, data pada makalah ini diambil dari berbagai situs Internet yang kemudian didiskusikan agar memperoleh sebuah hasil yang lebih lengkap dan jelas.

Paes Ageng tidak hanya diciptakan untuk bentuk keindahan, tetapi juga memiliki arti yang luas dan dalam. Pengharapan, doa, serta arti pada setiap detail Paes Ageng sangat dekat dengan kehidupan keluarga sebagai seorang suami dan istri. Modifikasi atau perubahan memang diperlukan tetapi tanpa mengubah arti sacral pada setiap detail Paes Ageng. Pengetahuan tentang Paes Ageng harus diabadikan agar tidak terlupakan oleh jaman.

Kata kunci :Paes Ageng, Keraton, busana pengantin, modifikasi, arti.

Hal 4. Daftar Isi

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

ABSTRAK ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

  1. Latar Belakang 1
  2. Identifikasi Masalah 1
  3. Batasan Masalah 2
  4. Rumusan Masalah 2

BAB II PEMBAHASAN 3

  1. Deskripsi dari Simbol Busana Pengantin Paes Ageng 3
  2. Alasan Aksesoris dan Riasan Pengantin Wanita Lebih Banyak daripada Pengantin Pria 4
  3. Peraturan dari Busana Pengantin Paes Ageng yang Mengalami Modifikasi 4

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN 5

  1. Kesimpulan 5
  2. Saran 5

DAFTAR PUSTAKA 6  

Hal 5. BAB I Pendahuluan

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Keraton Yogyakarta memiliki pakem tersendiri dalam setiap urusan perayaan termasuk dalam perayaan pernikahan. Perayaan tradisional yang masih sangat sering digunakan dan menjadi perhatian banyak orang termasuk busana adat pengantin khas Keraton Yogyakarta. Perayaan pernikahan itu sendiri merupakan sebuah simbol yang berarti akan dibukanya sebuah pintu menuju ke kehidupan baru. Di adat Keraton, tradisi perayaan pernikahan memiliki berbagai macam ritual seperti siraman, midodareni, panggih dan masih banyak lagi. Dan setiap tradisi melambangkan sebuah harapan untuk kebaikan kedua pengantin.

Tradisi perayaan pernikahan sesuai dengan Keraton Yogyakarta kedua pengantin akan mengenakan busana yang disebut dengan Paes Ageng di mana pengantin wanita akan mengenakan berbagai macam riasan dan aksesoris. Setiap motif dan detail pada busana Paes Ageng Keraton Yogyakarta secara keseluruhan melambangkan tentang kebesaran.

Busana pengantin ini awalnya hanya boleh digunakan oleh keluarga keraton saja, tetapi pada tahun 1940 Sultan Hamengkubuono IX memperbolehkan Paes Ageng dikenakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Paes Ageng sendiri memiliki berbagai riasan dan aksesoris yang dipakai. Tidak hanya sekadar sebagai riasan dan aksesoris tetapi juga memiliki arti dan makna yan dalam lekat dengan kehidupan pengantin nantinya sebagai suami dan istri. Meskipun banyak dari perayaan pengantin menggunakan Paes Ageng, tetapi tidak semua dari para pengantin itu tahu dan mengerti makna yang tersembunyi dari segala riasan dan aksesoris yang mereka kenakan padahal semua yang mereka kenakan memiliki arti yang sangat dalam dan baik untuk kehidupan mereka sebagai keluarga baru.

2. Identifikasi Masalah

Sesuai dengan judul dari makalah ini, yaitu “Busana Pengantin Keraton Yogyakarta” dalam hubungannya terhadap symbol pada Paes Ageng sesuai dengan tradisi Keraton Yogyakarta. Kemudian di dapatkan identifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Apakah symbol-simbol yang terdapat di Paes Ageng?
  2. Apakah aksesoris dan riasan untuk pengantin wanita lebih banyak dibanding dengan pengantin pria?
  3. Apakah Paes Ageng mengalami modifikasi?

3. Batasan Masalah

Untuk memperjelas ruang lingkup diskusi pada makalah kali ini maka masalah yang akan dibahas dibatasi dengan beberapa hal berikut ini, yaitu:

  1. Harapan yang ada di setiap symbol busana Paes Ageng sangat dekat dengan kehidupan pernikahan.
  2. Alasan mengapa aksesoris dan riasan pengantin wanita lebih banyak daripada pengantin pria berdasarkan gaya pengantin Keraton Yogyakarta.
  3. Paes Ageng yang telah mengalami modifikasi masih sejalur dengan aturan pakem dari Keraton Yogyakarta khusus untuk busana pengantin.

4. Rumusan Masalah

Sesui dengan latar belakang masalah dan juga rumusan masalah yang sudah di diskusikan maka rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini adalah:

  1. Apakah deskripsi dari symbol yang ada di Paes Ageng?
  2. Apakah aksesoris dan riasan pada pengantin wanita lebih banyak dari pada pengantin pria?
  3. Apakah Paes Ageng mengalami modifikasi?

Hal 6. BAB II Pembahasan

BAB II

PEMBAHASAN

1. Deskripsi dari Simbol Busana Pengantin Paes Ageng

Sejak tahun 1940, semenjak Sultan Hamengkubuono IX memperbolehkan masyarakat mengenakan pakaian pengantin tradisi Keraton Yogyakarta, Paes Ageng, banyak orang tertarik untk mengenakannya. Sayang sekali tidak semua dari mereka hanya mengenakannya sebagai busana pengantin tanpa mengetahui arti dan makna dibalik aksesoris dan riasan itu. Sesuai dengan tradisi Keraton Yogyakarta mengenai busana pengantin, Paes Ageng memiliki lima gaya yang berbeda, yaitu: Paes Ageng Basahan atau juga disebut Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, Paes Ageng Kanigaran, Paes Ageng Kasatriyan dan Paes Ageng Yogja Putri.

Sesuai dengan tradisi Keraton mengenai busana pengantin, Paes Ageng Basahan dikenakan setelah resmi menjadi pasangan suami istri atau setelah akad nikah yang disebut dengan Panggih. Setiap detail yang ada sangatlah cantik dan kompleks. Setiap detailnya memiliki arti yang sangat dalam.

Selama Panggih, pengantin wanita akan mengenakan:

  • Cunduk Mentul

Cunduk mentul tidak selalu berjumlah lima, jumlahnya terkadang berbeda yang penting ganjil seperti tiga, lima, tujuh, dan seterusnya. Meski pada umumnya cunduk mentul yang dikenakan pada bagian belakang kepala ini berjumlah lima dan satu yang berada di tengah selalu lebih tinggi daripada yang lainnya. Empat yang lebih rendah mewakili empat penjuru mata angina sedang yang paling tinggi mengarah pada Tuhan. Beberapa orang mempercayai bahwa itu adalah melambangkan lima sholat waktu dalam Islam.

  • Sanggul Bokor

Adalah bentuk gaya rambut dari gulungan rambut yang diikat dengan jaring dan dihiasi dengan rajutan daun melati hingga menjuntai sebagai bentuk lain dari belalai gajah.

  • Cengkorongan

Cengkorongan ini di gambar pada dahi pengantin wanita yang berbentuk seperti bunga lotus sebagai sebuah lambang kesucian bagi perempuan itu dan dihiasi dengan garis emas disebut prada. Ada tiga bagian pada cengkorongan yaitu: pangunggul yang berada di tengah dengan bentuk paling besar yang berarti orang yang hebat, kemudian ada pengapit yang berada di antara pangunggul yang melambangkan penjaga dari pangunggul, lalu yang terakhir panitis yatitu bagian terluar dari cengkorongan yang memiliki arti pengantin wanita harus berhati-hati dalam bertindak.

  • Citak

Citak ini dibuat di tengah antara kedua alis dengan bentuk seperti berlian dan dibuat dari daun sirih yang dimaksudkan untuk menjaga dari masalah.

  • Alis Tanduk Rusa

Pada alis sang pengantin akan digambar seperti tanduk rusak yang dimaksudkan agar pengantin wanita akan mampu menjadi seseorang yang kuat dan gigih.

  • Kalung Tiga Susun

Kalung tiga susun ini maksudnya adalah melambangkan tiga perjalanan manusia yaitu lahir, menikah, lalu mati.

  • Gelang Naga

Gelang naga ini dipakai pada lengan atas seorang pengantin wanita maupun pria yang menghadap ke samping ini mengartikan bahwa menolak perpisahan.

  • Dodotan

Dodotan ini merypakan kain perpaduan antara cinde dan dodotan itu sendiri. Panjangnya bisa mencapai 4-5 meter dan memiliki motif batik Semen Raja yang mengartikan bahwa kedua pengantin adalah raja dan ratu dikehidupan pernikahan mereka. Sedangkan motif cinde itu sendiri berarti lambang kemakmuran.

Kesamaan pada busana pengantin pria hanyalah kalung tiga susun, gelang naga, dodotan, dan cinde juga riasan yang lebih sederhana. Beberapa perbedaan lainnya adalah:

  • Kuluk

Kuluk merupakan penutup kepala berbentuk kopiah. Apabila pengantin pria berasal dari keluarga Keraton, kuluk akan berwarna biru, tetapi jika bukan maka akan mengenakan kuluk berwarna putih.

  • Sumping

Sumping adalah aksesoris yang dikenakan pada telinga pengantin pria dengan bentuk segitiga. Ini melambangkan tentang harapan pengdengaran sang pengantin pria lebih sensitive dan juga tajam dengan kondisi di sekeliling mereka.

  • Keris

Keris yang digunakan di bagian belakang ini memperlihatkan menghormati namun tetap waspada kepada yang lainnya.

2. Alasan Aksesoris dan Riasan Pengantin Wanita Lebih Banyak daripada Pengantin Pria

Dari penjelasan sebelumnya jelas bahwa pengantin wanita memiliki riasan dan juga aksesoris yang lebih banyak daripada pengantin pria. Hal ini dikarenakan peran wanita dalam ibu rumah tangga lebih banyak dan terbatas pada riasan, melahirkan anak, juga berada di dapur. Juga hal ini menjadi simbol bahwa pengatin wanita sebagai istri bisa berkorban untuk suaminya.

Kehidupan wanita setelah menikah akan berubah sangat drastic karea ia harus bisa mendukung suaminya dalam segala kondisi, bertanggung jawab terhadap keluarga, anak, dan juga masyarakat sekitar pagi hingga petang tanpa henti. Oleh karena itu, riasan dan aksesoris pada pengantin wanita lebih banyak karena sebagai wujud doa dan harapan saat ia akan menjalani kehidupan baru sebagai istri.

3. Peraturan dari Busana Pengantin Paes Ageng yang Mengalami Modifikasi

Keraton Yogyakarta memperbolehkan perubahan atau modifikasi pada pakaian pengantin Paes Ageng tanpa mengubah pakem. Misalkan saja motif batik pada dodotan bisa diganti dengan motif batik yang lainnya tetapi masih dengan arti yang baik. Kemudian pada warna kain cinde boleh menggunakan warna lainnya.

Beberapa yang tidak boleh di rubah adalah penggantian kalung tiga susun, cengkorongan, gelang naga, dan lainnya yang apabila diganti akan merubah arti dari Paes Ageng itu sendiri. Paes Ageng sendiri telah memiliki pakem dari Kraton Yogyakarta yang sebenarnya sangat sacral. Oleh karena itu perubahan dan modifkasi tentunya tidak boleh terlalu menyimpang dan jauh dari arti pakemnya.

Hal 7. BAB III Kesimpulan & Saran

BAB III

KESIMPULAN

1. Kesimpulan

Sejak Sri Sultan Hamengkubuono IX memperbolehkan Paes Ageng dikenakan oleh seluruh kalangan masyarakat tanpa terkecuali, banyak yang kemudian menggunakan Paes Ageng sebagai busana pengantin pada pernikahan mereka.

Paes Ageng memiliki lima gaya yang berbeda, yaitu: Paes Ageng Basahan atau juga disebut Paes Ageng, Paes Ageng Jangan Menir, Paes Ageng Kanigaran, Paes Ageng Kasatriyan dan Paes Ageng Yogja Putri yang telah memiliki pakem. Pada riasan dan detail Paes Ageng memiliki arti dan makna yang baik sebagai doa dan pengharapan untuk kedua pengantin akan memasuki kehidupan yang baru.

Dalam beberapa hal, Paes Ageng memang diperbolehkan mengamali modifikasi atau perubahan selama tidak merusak arti dan maknya yang sebenarnya sangat sakral itu.

2. Saran

Mengenakan busana pengantin Keraton Yogyakarta Paes Ageng memang sangat membuat pernikahan siapa saja tampak mewah dan juga berkesan. Akan tetapi lebih baik jika siapapun yang menggunakannya sebagai busana pengantin mengetahui arti dan makna dari setiap riasan dan aksesoris yang dikenakan agar lebih mendalami arti dari pernikahan itu sendiri.

Adanya perubahan dan modifikasi yang dilakukan dalam busana Paes Ageng sebaiknya masih mengikuti atau sejalan dengan pakem dari Keraton tanpa merusak dan menggantinya karena bisa mengubah makna yang baik dari Paes Ageng itu sendiri.

Hal 8. Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2015. Paes Ageng: The Kraton Yogyakarta Style of Bridal Makeup. kratonwedding.com/paes-ageng-the-kraton-yogyakarta-style-of-bridal-makeup/ Accessed on April, 2th 2015 at 16.13 WIB

Anonym.2014. SejarahSingkat Serta Filosofi Paes Ageng Dan Paes Solo.mantenhouse.com/article/838-sejarah-singkat-serta-filosofi-paes-ageng-dan-paes-solo.html#.VS_YUDNw3WQ.Accessed on April, 3that 18.00 WIB

Anonym. 2015. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja). en.m.wikipedia.org/wiki/Kraton_Ngayogyakarta_Hadiningrat. Accessed on Mei, 7th at 17.00 WIB

Ariana. 2013. Bedanya dandanan pengantin ala Solo & Jogja. ariana-myjourney.blogspot.com/2013/07/bedanya-dandanan-pengantin-ala-solo.html?m=1. Accessed on April, 3th 2015 at 17.20 WIB

Trinastiti, Pamuji. 2013. Kraton Wedding: Paes Ageng Riasan Pakem Pengantin Kraton Yogyakarta. m.bisnis.com/kabar24/read/20131019/79/181874/kraton-wedding-paes-ageng-riasan-pakem-pengantin-kraton-yogyakarta. Accessed on April, 2th 2015 at 16.25 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *