10+ Contoh Surat Hibah Tanah Rumah Benda Dll Paling Lengkap

Contoh Surat Hibah – Memiliki banyak kekayaan entah itu berupa tanah, perhiasan, rumah, mobil, atau yang lainnya memang sedikit membuat kita merasa was-was. Terlebih jika kita sendiri tidak sanggup untuk mengurusnya ataupun merasa takut jika suatu saat apa yang kita miliki akan membawa dampak buruk bagi orang-orang di sekitar kita.

Salah satu hal yang biasanya akan dilakukan yaitu menghibahkan semua benda tersebut selagi masih hidup di dunia. Menghibahkan sesuatu berarti membutuhkan surat resmi yang menyatakan keabsahan pemberian atau penyerahan tersebut. Salah satu mengapa surat hibah ini sangat penting juga agar terdapat kekuatan hukum di dalamnya.

Perbedaan Hibah dan Waris

Banyak orang mengira bahwa hibah dan waris adalah dua hal yang sama. Namun pada kesempatan ini, sebelum melihat contoh surat hibah tanah rumah benda dll paling lengkap sebaiknya Anda mengetahui apa yang dimaksud keduanya. Waris adalah sebuah peralihan hak dan kewajiban dari orang yang mewariskan jika sudah meinggal ke si calon waris yaitu daoat berupa benda-benda atau harta yang sudah ada atau aka nada seperti uang, pertanggung jawaban asuransi dan lainnya.

Sedangkan hibah sendiri harus dilakukan oleh orang-orang yang masih hidup yang dalam kegiatannya berupa praktek penyerahan suatu benda dari orang yang memberikan hibah kepada penerima hibah secara cuma-cuma dan tidak bisa ditarik kembali berupa benda-benda yang memang sudah ada. Keduanya memang harus dilakukan melalui notaris, tetapi jika hibah maka tidak bisa dibatalkan sedangkan waris dapat diubah atau dibatalkan dengan adanya surat wasiat yang diperbarui.

Landasan Hukum Mengenai Hibah di Indonesia

Karena proses hibah ini harus memerlukan notaris maka di dalam undang-undangpun diatur dalam beberapa hukum. Berikut hukum hibah yang mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Perdata salah satunya ada di pasal 1667, pasal 1668, pasal 1669, pasal 1682 dan juga 16683.

  • Pasal 1667 Kitab UU Hukum Perdata mengatakan, ‘Hibah hanyalah dapat mengenai benda-benda yang sudah ada, jika ada itu meliputi benda-benda yang baru akan dikemudian hari, maka sekedar mengenai itu hibahnya adalah batal.’
  • Pasal 1668 Kitab UU Hukum Perdata menegaskan jika ‘Si penghibah tidak boleh memperjanjikan bahwa ia tetap berkuasa untuk menjual atau memberikan kepada orang lain suatu benda termasuk dalam penghibahan semacam ini sekedar mengenai benda tersebut dianggap sebagai batal.’

Dua pasal tersebut sudah cukup mewakili hukum hibah di Indonesia. Sedangkan para ahli pun memberikan landasan hukum dalam Islam. Diantaranya adalah Asaf A. A. Fyzee mengatakan jika hibah sebagai penyerahan langsung dan tidak bersyarat tanpa pemberian alasan. Beberapa syarat dalam Islam yang harus dipenuhi bagi seorang yang akan memberikan hibah dianataranya seperti sudah dewasa, waras, sadar dan mengerti tentang perbuatannya, laki-laki atau perempuan diperbolehkan, perkawinan bukanlah penghalang.

Setelah mengerti mengenai perbedaan hibah dan waris, lalu juga telah menyinggung sedikit mengenai dasar hukum hibah baik secara kenegaraan atau secara Islam saatnya untuk memperhatikan bagaimana caranya membuat surat hibah, terutama hibah tanah.

Contoh Surat Hibah Tanah

SURAT KETERANGAN HIBAH

Dengan ini menyatakan bahwa:

Nama:Anton Sanjaya
NIK:098123456890
Pekerjaan:Wiraswasta
Alamat:Jl. Perjuangan No. 123, Bandung

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak pertama yang menghibahkan.

Nama:Ahmad Subari
NIK:098123456891
Pekerjaan:PNS
Alamat:Jl. Hang Tuah No. 123 Bandung

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak kedua.

Pihak Pertama mengibahkan sebidang tanah kepada Pihak Kedua dengan luas tanah 150m2 (seratus lima puluh meter persegi) yang berlokasi di Jalan Amir Hamzah Raya No 100 RT. 01 RW 05 Kelurahan Asam Manis, Kecamatan Melodi Indah Kota Bandung.

Demikian surat Hibah ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan tidak ada paksaan dari pihak manapun dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 21 Mei 2019

Penerima Hibah                                                                          Pemberi Hibah,

Ahmad Subari                                                                              Anton Sanjaya

Contoh Surat Hibah Rumah

SURAT KETERANGAN HIBAH

Dengan ini menyatakan bahwa:

Nama:Andi Wijaya
NIK:085685868595
Pekerjaan:Wiraswasta
Alamat:Jl. Semarang Raya No. 80

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak pertama yang menghibahkan.

Nama:Ahmad Dzakaria
NIK:098123456891
Pekerjaan:Sopir
Alamat:Jl.  Pemuda No. 80 Semarang

Untuk selanjutnya disebut dengan pihak kedua.

Pihak Pertama mengibahkan sebuah rumah (tanah dan bangunan) kepada Pihak Kedua dengan luas tanah 140m2 (seratus empat puluh meter persegi) yang berlokasi di Jalan Pemuda Raya 80 No 100 RT. 01 RW 05 Kelurahan Banyumanik Semarang.

Demikian surat Hibah ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan tidak ada paksaan dari pihak manapun dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 21 Mei 2019

Penerima Hibah                                                                          Pemberi Hibah,

Ahmad Dzakaria                                                                            Andi Wijaya

Contoh Surat Hibah Tanah

Contoh Surat Hibah Tanah

Contoh Surat Hibah Kepada Cucu

Contoh Surat Hibah Kepada Cucu

Contoh Surat Hibah Kepada Anak Kandung

Contoh Surat Hibah Kepada Anak Kandung

Contoh Surat Hibah Tanah Beberapa Orang

Contoh Surat Hibah Tanah Beberapa Orang

Contoh Surat Hibah Kepada Saudara

Contoh Surat Hibah Kepada Saudara

Jika Anda ingin membuat surat hibah yang lain, maka tinggal ganti saja dengan benda atau harta yang ingin Anda hibahkan secara detail. Yup, semoga artikel kali ini dapat membantu Anda dalam membuat surat hibah yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *