Pengertian Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Pengertian Tumbuhan Monokotil dan Dikotil– Berbagai jenis tumbuhan ada dan tersebar di seluruh permukaan dunia. Masing-masing dari tumbuhan itu memiliki cara berkembang biak yang berbeda-beda seperti dengan biji, tunas daun, tunas akar, dan lain-lainnya. Untuk tumbuhan yang berkembangbiak menggunakan biji termasuk ke dalam jenis tumbuhan spermatophyta. Menurut Wikipedia, biji adalah bakal dari tumbuhan berbunga yang nantinya akan membentuk tumbuhan baru.

Di dalam spermatophyta ini masih dibagi kembali menjadi dua macam yaitu angiospermae (berbiji tertutup) dan juga gymnospermae (berbiji terbuka). Berikut pengertian singkatnya:

Gymnospermaemerupakan tumbuhan dengan biji terbuka yang artinya bakal buj  tidak dilindungi oleh daun buah. Contoh paling mudah adalah tanaman pinus dengan biji berwarna kecokelatan.

Angiospermae berkebalikan dari gymnospermae yaitu tumbuuan dengan buj  tertutup. Artinya, biji pada tumbuhan angiospermae terlindung di dalam bakal buah atau daun buah. Contoh dari angiospermae ini sangat mudah seperti jagung, padi, mangga, kelapa, kedelai dan lain-lain.

Ciri utama pada tumbuhan berbiji adalah dengan memiliki organ reproduksi yang berbentuk bunga atau juga disebut dengan Antophyta. Bisa dikatakan jika tumbuhan berbunga ini merupakan tumbuhan yang paling banyak mendominasi tumbuhan di daratan.

Pada kesempatan kali ini tidak akan dibahas mengenai spermatophyta, melainkan angiospermae yang masih dibagi lagi menjadi dua bagian berdasarkan keping biji yang dimiliki: dikotildan monokotil.

Keping biji ini sangatlah penting. Di dalam biji terdapat sumber cadangan makanan dan hormon metabolisme yang tersimpan tidak aktif. Cadangan makanan ini sangat berguna bagi biji selama proses pertumbuhan hingga memiliki atau tumbuh daun muda untuk proses fotosintesis yang akan menghasilkan sumber makanan baru. Sedangkan hormon metabolisme untuk tumbuh menjadi tumbuhan baru ini baru akan berkembang ketika lingkungannya mendukung dan faktor lainnya terpenuhi. Pembahasan mengenai proses tumbuh biji akan dibahas lebih lanjut di bagian pembahasan yaitu proses perkecambahan. Langsung saja kita mulai pembahasan pengertian tumbuhan monokotil dan dikotil.

Daftar Contoh Surat

Pengertian Tumbuhan Monokotil

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa monokotil masuk kedalam tumbuhan berbiji tertutup dengan keping biji berjumlah satu buah karena tumbuhan monokotil hanya memiliki satu daun lembaga atau yang disebut dengan kotiledon.

Ciri-ciri tumbuhan monokotil ini seperti:

  1. Keping biji berjumlah satu buah atau tunggal.
  2. Daun tunggal dengan bentuk tulang daunnya cenderung sejajar atau melengkung.
  3. Bentuk batangnya menjulang lurus ke atas dan jarang sekali memiliki cabang.
  4. Batangnya tidak memiliki pembuluh kayu dan kambium.
  5. Berkas pengangkutnya cenderung tersebar dengan bentuk yang tidak serupa.
  6. Memiliki akar serabut.
  7. Bunga yang dimiliki  dengan kelopak minimal 3 dan kelipatannya.

Pengertian Tumbuhan Dikotil

Kebalikannya dengan tumbuhan monokotil, tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan berbunga dengan biji tertutup yang memiliki 2 keping biji. Artinya, biji dikotil bisa dibelah menjadi dua bagian. Masing-masing bagian dikotil ini memiliki dua kotiledon atau dua daun lembaga.

Ciri-ciri tumbuhan dikotil ini seperti:

  1. Biji dikotil memiliki 2 keping biji yang dapat dibelah.
  2. Daunnya jamak dengan bentuk tulang daun menyirip dan menjari.
  3. Bentuk batangnya bisa tumbuh melebar dan tinggi ke atas dengan banyak cabang.
  4. Akar tumbuhan dikotil umumnya berbentuk akar tunggang.
  5. Batangnya memiliki pembuluh kayu dan juga kambium.
  6. Berkas pengangkutnya tersusun rapi dan sama besar dengan dibatasi kambium.
  7. Kelopak bunga tumbuhan dikotil adalah kelipatan dari 2, 4, dan 5.

Struktur Dikotil dan Monokotil

Untuk lebih memahami penjelasan lebih lanjut, berikut bentuk dan struktur yang ada di biji dikotil maupun monokotil.

1. Radikula dan plumula

Baik radikula dan plumula adalah dua bagian dari biji yang berbeda. Secara pengertian, plumula merupakan tunas embrionik yang baru muncul setelah pertumbuhan radikula. Plumula akan tumbuh dan berkembang menjadi tunas masa depan yang akan menjadi batang dan daun dari suatu tumbuhan. Arah tumbuh plumula adalah ke atas dengan warna kurang putih dari radikula. Fungsi utama dari plumula ini adalah untuk melakukan fotosintesis sehingga mampu menghasilkan bahan makanan/energi untuk tanaman embrionik terus tumbuh.

Sedangkan radikula sendiri merupakan akar embrionio yang keluar pertama dari benih dengan arah tumbuh ke bawah untuk masuk terus ke dalam tanah. Radikula inilah yang akan berkembang sebagai akar masa depan. Selama masa pertumbuhan embrionik, fungsi utama dari radikula ini adalah untuk menyerap air tanah yang sangat berguna selama proses pertumbuhan embrionik.

2. Kotiledon

Pengertian dari kotiledon ini bisa dipahami dari Wikioedia yang menyebutkan jika kotiledon merupakan daun lembaga (kotil). Jika dilihat dalam bentuknya sebagai bagian dari biji maka kotiledon ini juga merupakan bakal daun yang terbentuk dan melekat pada embrio  dengan hipokotil. Fungsi dari kotiledon ini sebagai organ cadangan makanan bagi biji dan akan menjadi organ pertama yang akan dimiliki tumbuhan yang baru saja berkecambah sebelum memiliki klorofil.

3. Kulit biji

Secara singkat, kulit biji ini merupakan bagian biji yang berasal dari selaput bakal (integumnentum).Pada angiospermae kulit tersusun atas dua bagian yaitu: testa dan tegmen. Untuk testa adalah bagian luar yang kaku dan merupakan pelindung utama biji. Sedangkan tegmen adalah kulit biji bagian dalam yang tipis seperti selaput atau juga disebut sebagai kulit ari.

4. Poros embrio

Di dalam sebuah biji terdapat tiga komponen utama yaitu kulit benih, embrio, dan juga cadangan makanan. Embrio sendiri merupakan sturktur benih yang muncul akibat hasil dari fertilisasi dari bertemunya sel sperma dan juga sel telur. Struktur utama dari embrio ini adalah poros embrio. Nah, poros embrio ini terdiri dari bagian biji yang sudah disebutkan sebelumnya, seperti: radikula, plumula, dan hipokotil.

5. Jaringan buah

Sudah dijelaskan bahwa baik monokotil maupun dikotil ini meruapakan tanaman berbiji tertutup yang artinya biji ini dilindungi oleh sebuah jaringan yang tidak lain adalah jaringan buah. Fungsi utama dari jaringan ini adalah untuk melindungi bakal biji yang nantinya akan tumbuh menjadi individu atau tanaman baru.

Penjelasan singkat diatas hanya pengantar! Untuk ilmu yang bermanfaat langsung saja simak penjelasan mengenai pengertian tumbuhan monokotil dan dikotil.

Contoh Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil memang sangat berbeda dengan tumbuhan dikotil. Meski berbeda, keduanya memiliki jenis tumbuhan lain yang sangat beragam. Agar lebih jelas dan memahami tumbuhan monokotil, berikut adalah beberapa contoh sekaligus keterangan singkatnya:

1. Elais guinensis (Sawit)

Gambar Tumbuhan Monokotil Pohon Sawit

Sawit yang memiliki nama latin Elais guinensis ini sering dijumpai di pulau Sumatera dan Kalimantan yang memang terdapat sangat banyak perkebunan sawit. Tanaman ini bisa tumbuh subur di Indonesia dan menjadi salah satu komoditas ekspor paling diandalkan.

Pohon kelapa sawit ini termasuk ke dalam jenis tumbuhan monokotil. Melihat struktur dari kelapa sawit yang memiliki daun majemuk dengan tulang daun sejajar,  akar serabut, dan jika membelah buah sawit tidak akan ditemukan keeping lembaga.

Produk dari kelapa sawit ini sangat banyak seperti minyak goreng, campuran bahan bakar biodiesel, lotion, dan beberapa produk kosmetik atau perawatan tubuh lainnya.

2. Musa paradisiaca (Tumbuhan Pisang)

Gambar Tumbuhan Monokotil Pohon Pisang

Tahu kah kamu jika pisang termasuk ke dalam tumbuhan monokotil? Apa menurutmu yang mendasari pisang dengan nama latin Musa paradisciaca ini sebagai tumbuhan monokotil? Pisang masuk ke dalam tumbuhan monokotil karena memiliku tulang daun yang sejajar, berdaun tunggal, batang pohon berongga, dan juga memiliki ajar serabut.

Meski beberapa jenis pisang memiliki biji yang cukuo besar, akan tetapi biji tersebut saat dibelah tidak memiliki keping biji. Lagipula, pisang berkembang biak dengan menumbuhkan tunasnya, bukan dari bijinya.

Tanaman ini sangat mudah untuk ditemukan, sehingga jika ingin membuktikannya pun sangat mudah.

3. Cocos nucifera(Pohon Kelapa)

Gambar Tumbuhan Monokotil Pohon Kelapa

Pohon kelapa umumnya tumbuh menjulang di tepian pantai. Dengan nama latin Cocos nucifera, pohon kelapa ini masih satu keluarga dengan kelapa sawit, yaitu masuk ke dalam jenis palem-paleman. Oleh karena itu, pohon kelapapun masuk ke dalam tumbuhan berkeping satu atau monokotil.

Tak perlu diragukan lagi karena pohon kelapa memiliki batang yang berongga-rongga dengan akar serabut, daun majemuk yang memiliki tulang daun sejajar.

Buah kelapa memang tumbuh dari bijinya, namun tetap hanya berkeping satu. Proses perkecambahan terjadi karena inti sel yang ada pada buah kelapa akan berkembang menjadi tunas.

4. Zea mays sp.(Jagung)

Gambar Tumbuhan Monokotil Pohon Jagung

Jagung menjadi salah satu makanan yang cukup sering dikonsumsi di Indonesia termasuk sebagai alternatif sumber bahan pokok selain beras atau padi dan singkong atau ubi kayu. Tumbuhan yang memiliki banyak manfaat seperti menyehatkan jantung dan mata, mencegah anemia, sumber vitamin B komplek hingga antioksidan kanker ini merupakan jenis tumbuhan monokotil yang cukup dikenal.

Dengan nama latin Zea mays sp. atau jagung ini memiliki daun tunggal dengan tulang daun sejajar, akar serabut, dan biji jagung yang tidak memiliki bilah keping yang lain.

5. Oryza sativa(Padi)

Oryza sativa atau yang dikenal sebagai tanaman padi ini sangat familiar di kalangan masyarakat asia terutama Indonesia karena menjadi salah satu sumber makanan pokok sehari-hari. Selain kandungan karbohidratnya yang tinggi, padi memiliki berbagai macam kandungan gizi seperti vitamin D, untuk perawatan kulit, hingga mengobati disentri.

Tumbuhan yang menjadi komoditi pertanian ini masuk sebagai salah satu jenis tumbuhan monokotil. Coba perhatikan dengan baik. Tanaman padi memiliki batang lurus berongga dengan daun tunggal yang lurus dan memiliki tulang daun sejajar. Padi atau butir berasnya merupakan biji tunggal atau tidak berkeping lengkap dengan akar serabut. Sudah jelas bukan jika padi merupakan salah satu tanaman monokotil?

6. Saccharum sp.(Tebu)

Gambar Tumbuhan Monokotil Pohon Tebu

Bagaimana bisa tebu adalah tanaman monokotil? Apa yang membuatnya menjadi demikian? Tebu dengan nama latin Saccharum sp. ini sama dengan tanaman monokotil pada umumnya, yaitu batang berongga dan tidak berkambium, daun tunggal berbentuk lurus, tulang daun sejajar, hingga akar serabut.

Tanaman tebu ini tumbuh didataran rendah dengan ketinggian sekitar 1300 mdpl. Pada batang tebu ini memiliki kandungan air yang sangat banyak. Air tebu ini bisa dibuat sebagai gula, penghilang dehidrasi, dan juga dipercaya memiliki anti oksidan untuk pencegah kanker.

7. Orchidacae(Bunga Anggrek)

Gambar Tumbuhan Monokotil Bunga Anggrek

Anggrek adalah salah satu jenis bunga yang masuk ke deretan tumbuhan monokotil. Bunga ini bisa tumbuh baik di iklim tropis dan tahan untuk tumbuh di lingkungan yang lembap. Menjadj salah satu bunga tercantik di dunia, anggrek banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias.

Beberapa contoh tanaman monokotil lainnya seperti: buah kurma, kunyit, bawang merah, bawang putih, melon, kapulaga, buah naga, buah pepaya dan masih banyak lagi lainnya.

Contoh Tumbuhan Dikotil

Selanjutnya adalah contoh dari tumbuhan dikotil. Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan jika tanaman dikotil merupakan tanaman dengan biji berkeping dua. Sangat banyak tanaman dikotil disekitar kita, tetapi kita jarang memperhatikannya saja. Berikut beberapa contoh dari tanaman dikotil yang sangat dikenal oleh hampir semua orang:

1. Helianthus annus l(Bunga Matahari)

Gambar Tumbuhan Dikotil Bunga Matahari

Bunga matahari dengan nama latin Helianthus annus ladalah salah satu tumbuhan yang masuk ke dalam golongan dikotil. Umumnya bunga matahari hanya akan mekar selama satu tahun sekali atau disebut juga bunga semusim masuk ke dalam suku kekinir-kiniran atau Asteraceae. Bunga ini sangat populer dijadikan sebagai tanaman hias hingga bunga penghasil minyak. Selain itu bisa juga dimanfaatkan biji bunga matahari sebagai camilan atau sering disebut dengan nama kuaci.

Karena masuk ke dalam klasifikasi tumbuhan dikotil, bunga matahari tentu saja memiliki ciri-ciri yang sangat dekat dengan ciri dari tumbuhan dikotil itu sendiri, seperti:

  1. ukurannya yang cukup besar
  2. Bunga matahari ini berwarna kuning terang dan sangat cerah dengan daun tunggal yang berukuran cukup lebar
  3. Beberapa bunga matahari bisa tumbuh hingga 3 meter sampai 5 meter
  4. Bunga matahari cenderung tumbuh lurus dengan batang yang ditumbuhi rambut-rambut kasar dan jarang bercabang
  5. Bunga matahari dengan kualitas tinggi bisa mencapai diameter hingga 30 cm
  6. Dengan diameter bunga hingga 30 cm ini bisa tersusun dari ratusan atau ribuan kelopak bunga
  7. Mahkota bunga matahari ini sangat lebar dan terbuka sehingga proses penyerbukan dapat terjadi dengan sangat mudah baik karena angina atau serangga
  8. Uniknya bunga ini selalu menghadap kearah bagian matahari atau juga disebut dengan Heliotropisme

Biji bunga matahari ini terdapat sangat banyak pada bagian kelopak bunganya. Saat bunga mengering, biji bunga matahari bisa dipanen. Dari biji bunga matahari inilah akan tumbuh bunga matahari yang baru dan biji ini juga berkeping dua. Minyak didapatkan dari biji bunga matahari ini dan bisa disangrai menjadi kuaci.

2. Capsicum annum l(Cabai)

Gambar Tumbuhan Dikotil Pohon Cabai

Rasanya cabai adalah makanan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari pelengkap masakan atau dijadikan sambal, cabai selalu dicari meski harganya terkadang melambung tinggi. Tahukah kamu jika cabai ini termasuk tumbuhan dengan biji berkeping dua atau dikotil? Biji cabai yang terdapat banyak pada buahnya ini merupakan contoh dikotil.

Memiliki nama latin Capsicum annum l,cabai merupakan tanaman musiman yang berbuah setahun sekali dan berbentuk tanaman perdu. Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang banyak mengandung humus baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi terutama di negara-negara tropis. Beberapa ciri-ciri dari tumbuhan cabai seperti:

  1. Bentuknya serupa tanaman perdu dengan tinggai batang sekitar 50 cm – 100 cm
  2. Daun cabai berupa daun tunggal dengan tulang daun menyirip yang berbentuk lonjong dan ujung yang lancip
  3. Buah dan bunga tumbuh pada dahan dan rantingnya
  4. Batang tanaman cabai tumbuh tegak dengan banyak cabang yang juga berfungsi sebagai pengga dari buah
  5. Akarnya merupakan akar serabut dengan banyak cabang akar
  6. Warna buah cabai ini merah, hijau, atau juga kuning

Meskipun buahnya kecil dengan rasa pedas atau panas tetapi ternyata cabai ini mengandung antioksidan yang tinggi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas berupa vitamin C. Bahkan cabai dipercaya sebagai anti kanker berupa Lasparaginasedan Capsaicin. Meski demikian, mengkonsumsi cabai dalam jumlah tinggi tidak disarankan.

3. Psidium guava l(Jambu Biji)

Gambar Tumbuhan Dikotil Pohon Jambu Biji

Jambu biji bukanlah tumbuhan asli asal Indonesia, tetapi merupakan tumbuhan dari negara Brazil yang disebarkan ke Indonesia melalui negara Thailand. Dengan nama latinnya Psidium guava l, buah ini tumbuh menggantung dengan bentuk bulat dan warna hijau yang khas. Umumnya, tanaman ini dapat tumbuh di ketinggan 1 meter sampai 1200 meter dari atas permukaan laut.

Pada buah jambu ini menghasilkan biji jambu berkeping dua yang terdapat dibagian dalam buah dengan jumlah yang cukup banyak. Beberapa ciri-ciri dari buah jambu ini seperti:

  1. Bentuk buahnya bulat dan sedikit oval tumbuh menggantung pada ranting pohon jambu
  2. Rata-rata buah jambu mampu tumbuh setinggi 2 meter sampai 10 meter
  3. Batang buah jambu ini berkambium dengan rata-rata diameter mulai dari 10 cm – 20 cm
  4. Daun buah jambu ini tumbuh tunggal dengan tulang daun menyirip dan berbentuk oval memanjang
  5. Umumnya bunga buah jambu ini terdapat dua mahkota bunga yang berwarna putih kemerahan
  6. Akar buah jambu ini berbentuk akar tunggang seperti buah jambu pada umumnya

Buah jambu sendiri memiliki banyak sekali kandungan gizi yang baik untuk tubuh seperti serat, antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C yang sangat baik untuk meningkatkan kolagen di dalam tubuh.

4. Mangifera indica(Mangga)

Gambar Tumbuhan Dikotil Pohon Mangga

Apakah kamu tahu jika buah mangga ini sebenarnya berasal dari India yang kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara? Bisa jadi ini merupakan informasi yang cukup baru, tetapi yang perlu kamu ingat adalah bahwa tanaman dengan nama latin Mangifera indicaatau sering disebut mangga ini adalah tumbuhan berkeping dua atau disebut juga tumbuhan dikotil. Mangga sendiri merupakan buah yang bisa tumbuh sepanjang tahun dengan bentuk bulat oval atau sedikit memanjang.

Tumbuhan tropis ini mampu tumbuh didataran tinggi maupun dataran rendah asalkan tanah tempat diamana pohon ini tumbuh mengandung banyak humus. Beberapa ciri dari tumbuhan dikotil ini terdapat pada tumbuhan mangga, seperti:

  1. Bentuk buah mangga umumnya bulat dan sedikit oval, beberapa jenis buah mangga bahkan terlihat sangat panjang
  2. Pohon mangga mampu tumbuh dengan tinggi rata-rata 5 meter sampai 40 meter, tumbuh tegak dan bercabang
  3. Batang pohon mangga mampu berdiameter cukup luas dan berwarna kecokelatan yaitu mampu mencapai diameter 10 meter
  4. Batang pohon mangga juga mengandung kambium, oleh karena itu pohon mangga mampu tumbuh sangat tinggi dan besar
  5. Daun pada pohon mangga bertulang daun menyirip dengan bentuk oval memanjang
  6. Umumnya satu pohon buah mangga saat berbunga mampu memiliki 1000 – 8000 bunga dengan diameter 6mm – 8mm
  7. Dengan bentuk batang yang tinggi dan lebar, pohon mangga disangga oleh akar tunggang yang kuat berbentuk kerucut panjang dan meruncing
  8. Daging buah mangga ini memiliki warna kuning terang hingga warna orange atau jingga

Saat masak atau telah matang, buah mangga berwarna kuning hingga orange dan umumnya berasa manis. Pada setiap buah mangga ini memiliki antioksidan tinggi yang mampu menangkal radikal bebas sehingga dapat mencegah tumbuhnya kanker di dalam tubuh, buah mangga ini juga mengandung beta karoten yang mampu membantu mingkatkan kekebalan tubuh, vitamin K untuk menjaga kesehatan tulang, antioksidan Zeaxanthin dan masih banyak lagi lainnya.

5. Glycine max l(Kedelai)

Gambar Tumbuhan Dikotil Pohon Kedelai

Glycine max atau juga disebut dengan kedelai ini memiliki biji yang bisa dibagi menjadi dua bagian sehingga tanaman kedelai ini merupakan salah satu contoh dari tumbuhan dikotil. Tanaman ini sebenarnya masuk ke dalam jenis tanaman kacang polong-polongan dengan bentuk bulat kecil seperti telur. Selain itu, tanaman ini seperti tanaman perdu.

Tanaman ini mampu berbuah sepanjang tahun dan telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur. Tetapi, tahukah kamu jika penghasil kedelai utama ini berasal dari Negara Amerika Serikat? Lalu baru mulai menyebar ke seluruh penjuru negara pada tahun 1910 M.

Berikut beberapa ciri yang ada pada tanaman kedelai:

  1. Bentuk biji kedelai ini bulat kecil seperti telur dengan sedikit bentuk oval memanjang
  2. Tanaman kedelai memiliki dua jenis batang yaitu Determinate dan Indeterminate
  3. Batang tanaman kedelai ini berwarna cokelat, warna cokelat ini menandakan bahwa tanaman kedelai ini memiliki kambium meski tidak banyak
  4. Daunnya tumbuh tunggal dengan tulang daun menyirip dan oval panjang
  5. Bunga tanaman kedelai ini tumbuh secara tersusun atau disebut sebagai Glomerulus (tukal)
  6. Tanaman kedelai pun memiliki akar tunggang dengan sedikit serabut

Di Indonesia, tanaman ini banyak diolah menjadi berbagai macam jenis makanan mulai dari tempe, tahu, hingga susu kedelai. Hal ini dikarenakan, biji kedelai memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi seperti Isoplavon yang berguna untuk mengurangi lemak jahat pada darah, antioksidan yang memperbaiki sel tubuh yang telah rusak dan mempertahankannya untuk hidup lebih lama, kemudian terdapat Kadar Glisemic Index sehingga membuat kenyang lebih lama, Lesitin untuk memperbaiki sel-sel otak, dan masih banyak lagi kandungan gizi lainnya.

6. Manihot utilissima (atau Ubi Kayu)

Gambar Tumbuhan Dikotil Pohon Singkong

Apakah kamu bertanya-tanya mengapa bisa tumbuhan singkong masuk ke dalam contoh dikotil? Umumnya, singkong dikembangbiakan dengan cara stek atau menggunakan batangnya yang tinggal di tanam di dalam tanah saja. Akan tetapi sebenarnya singkong ini juga berbunga secara alami dan menghasilkan buah. Di dalam buah singkong inipun terdapat biji berkeping dua.

Salah satu tanaman yang sering tumbuh dan di tanam di lahan pertanian ini merupakan tumbuhan dikotil. Jika diperhatikan lebih jelas, Manihot utilissimaatau yang lebih dikenal dengan sebutan singkong atau ubi kayu ini memiliki

  1. struktur batang yang beruas-ruas
  2. Tulang daun seperti jari-jari dengan kelipatan enam
  3. serta memiliki akar berbentuk tunggang

Dari karakteristik singkong ini jelas memiliki ciri-ciri sebuah tumbuhan dikotil. Akan tetapi pada tumbuhan singkong atau ubi kayu akan menyimpan seluruh cadangan makanan di bagian akar, sehingga membentuk umbi yang bisa dimakan.

Akar yang berisi banyak cadangan makanan ini memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi. Karena kandungan karbohidrat itu, singkong ini sering digunakan sebagai alternatif makanan pokok pengganti padi atau juga bisa diolah menjadi berbagai macam makanan atau cemilan.

Selain kelima contoh tanaman dikotil tersebut, beberapa contoh tanaman dikotil lainnya ini seperti pohon jarak, pohon jeruk, tanaman petai, pohon kakao atau juga cokelat, dan masih banyak lagi.

Perkecambahan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Proses perkecambahan pada biji akan terdengar mudah dimengerti dengan peristiwa tumbuh dan berkembangnya embrio di dalam biji menjadi sebuah tanaman baru. Namun, sebenarnya proses perkecambahan merupakan suatu proses yang kompleks.

Secara singkat, perkecambahan biji atau germanisasi ini melibatkan metabolism, respirasi dam hormonal yang tersimpan di dalam biji. Biji akan mulai aktif untuk tumbuh dan berkembang di lingkungan yang memang mendukung terutama adalah air. Air berfungsi sebagai pemecah enzimitas cadangan metabolit pada biji sehingga biji menjadi aktif. Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi proses perkecambahan ini seperti:

  1. Air yang cukup untuk mengaktifkan enzim yang ada di dalam biji sehingga memicu metabolism yang lain untuk bekerja.
  2. Oksigen juga sangat mempengaruhi pertumbuhan biji. Pada masa awal biji berkecambah, biji tidak terlalu membutuhkan oksigen. Namun ketika kulit biji pecah dan proses perkecambahan di mulai, biji tersebut juga akan membutuhkan kadar oksigen yang baik untuk tumbuh.
  3. Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas tidak akan membuat biji aktif dan berkecambah. Oleh karena itu, suhu udara juga sangat penting bagi biji untuk tumbuh.
  4. Cahaya sangat diperlukan tumbuhan terutama dalam proses fotosintesis yang juga akan menghasilkan energi untuk biji tersebut terus tumbuh menjadi tumbuhan baru.
  5. Kelembapan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi karena dengan kelembapan yang cukup maka berarti akan didapat air yang cukup dari udara dan juga suhu yang stabil bagi tumbuhan.

Tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki proses perkecambahan yang berbeda. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini:

Gambar Tumbuhan Monokotil

Monokotil

Tumbuhan monokotil yang memiliki biji berkeping satu. Singkatnya, biji pada monokotil tidak akan mengalami proses membelah. Jika dilihat dari gambar di atas dapat diketahui struktur dari perkecambahan monokotil yang meliput radikula, akar primer, plumula, koleoptil, dan daun pertama.

Prosesnya diawali dengan munculnya radikula atau calon akar yang kemudian tumbuh menjadi akar primer. Radikula tidak muncul sendirian, melainkan tumbuh bersamaan dengan plumula yang merupakan calon batang dari tumbuhan tersebut. setelah itu, barulah koleoptil muncul. Koleoptil ini merupakan selubung pelindung yang muncul sebelum daun muda atau daun pertama tumbuh.

Gambar Tumbuhan Dikotil

Dikotil

Sedikit perbedaan pada perkecambahan tumbuhan dikotil. Saat proses perkecambahan dimulai, dikotil akan memiliki struktur seperti: radikula, akar primer, hipokotil, kotiledon, epikotil, dan daun pertama. Proses perkecambahan dimulai dengan munculnya radikula yang terus tumbuh sebagai hipokotil yang akan terus tumbuh sebagai akar primer. Di bagian atas kotiledon akan muncul epikotil sebagai calon batang dan nantinya akan muncul daun pertama. Kotiledon pada tumbuhan dikotil cenderung berada di bawah tanah.

Salah satu bagian terpenting dari biji baik dikotil maupun monokotil adalah kotiledon. Sebelum biji  tersebut tumbuh dan memiliki daun untuk berfotosintesis sendiri, kotiledon menyediakan semua sumber makanan yang diperlukan oleh kecambah tersebut. Terdapat dua tipe perkecambahan berdasarkan letak kotiledonnya selama proses perkecambahan, yaitu:

  • Perkecambahan Epigeal

Singkatnya, perkecambahan epigeal ini adalah ketika kotiledonnya berada di atas tanah. Hal ini diakibatkan karena pertumbuhan hipokotil ke arah permukaan tanah, sehingga plumula dan kotiledon ikut terdorong hingga permukaan tanah. Barulah epikotil tumbuh memanjang ke atas bersamaan dengan munculnya daun pertama. Perkecambahan epigeal ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pertama, setelah radikula yang tumbuh akan membentuk hipokotil. Hipokotil ini adalah batang kecambah yang tumbuh dibawah daun biji dan di atas radikula atau akar.
  • Plumula akan berkembang jika sudah ada di permukaan tanah.
  • Hipokotil yang tadi tumbuh pertama membentuk loop dan akan memanjang sehingga mengangkut kotiledon ke permukaan tanah.
  • Kotiledon yang telah muncul ke permukaan akan tumbuh menjadi daun pertama yang akan diikuti dengan perkembangan plumula si daun pucuk.

Contoh dari perkecambahan epigeal adalah pada tumbuhan kacang hijau.

  • Perkecambahan Hipogeal

Sebaliknya dengan perkecambahan hypogeal yang membuat kotiledon tetap berada di bawah tanah. Hal ini dikarenakan pertumbuhan epikotil atau bakal batang yang letaknya diatas kotiledon, nantinya epikotil ini akan tumbuh menjadi batang dan daun. Berikut ciri-ciri dari perkecambahan hipogeal yang sebaiknya kamu ketahui:

  • Kotiledonnya tetap berada di bawah tanah
  • Radikula yang dimiliki akan tumbuh menjadi akar
  • Epikotil akan tumbuh dan memanjang bersama plumula di atas permukaan tanah.

Contoh dari perkecambahan hipogeal adalah pada tumbuhan jagung.

Tabel Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Cara paling mudah untuk mengetahui perbedaan monokotil dan dikotil adalah dengan memperhatikannya secara langsung. Tumbuhan yang paling sederhana untuk diperhatikan misalnya jagung, padi, dan kelapa untuk tumbuhan monokotil. Sedangkan tumbuhan dikotil bisa mengambil contoh tumbuhan singkong, kedelai atau kacang hijau, mangga.

Setelah itu perhatikan dengan baik apa perbedaan yang bisa kamu temukan. Setelah itu cocokan dengan tabel perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil di bawah ini!

NO.PEMBEDAMONOKOTILDIKOTIL
1.Jumlah keeping bijiSaat berkecambah biji tidak membelah dan tetap utuh karena hanya memiliki satu keeping biji.Saat berkecambang biji akan membelah dua menjadi daun lembaga karena bijinya terdiri dari dua bagian.
2.DaunSusunan daunnya sejajar atau juga melengkung.Memiliki susunan daun yang menyirip atau menjari.
3.Jenis akarSistem akarnya serabu dan merupakan percabangan dari batang.Sistem akarnya tunggang yang muncul dari kelanjutan proses tumbuh batang.
4.Tudung akarMemiliki tudung akar.Tidak terdapat tudung akar.
5.Jumlah kelopak bungaJumlah kelopak bunganya terdiri dari minimal 3 dan kelipatannya.Jumlah bagian kelopak bungaterdiri mulai 2, 4, 5 atau juga kelipatannya.
6.Batang tumbuhanBatangnya tidak mengandung kambium dan tidak berkayu. Jarang memiliki percabangan dan cenderung tumbuh lurus menjulang.Batangnya memiliki jaringan kambium dan kayu, batangnya juga bisa tumbuh bercabang tidak hanya lurus saja.
7.Pertumbuhan akar dan batangAkar serabutnya tidak dapat tumbuh membesar atau disebut dengan stagnan.Akar tunggangnya bisa tumbuh dan membesar karena terdapat kambium di dalamnya.
8.Letak berkas pengangkutBerkas pengangkut tersebar dan bentuknya tidak teratur.Letak berkas pengangkutnya teratur dengan ukuran yang cenderung sama dan dibatasi dengan jaringan kambium.
9.Struktur serbuk sariSerbuk sarinya hanya memiliki 1 (satu) poris aja.Terdapat 3 (tiga) pori serbuk sari.
10.Ujung akar lembagaMemiliki saurung pelindung yang disebut dengan koleoriza.Tidak terdapat sarung pelindung.
11.Ujung pucuk daunMemiliki sarung pelindung yang diberi nama koleoptil.Tidak memiliki sarung pelindung.

 

Penjelasan Singkat Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Pada bagian sebelumnya telah disebutkan apa saja perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil dilihat mulai dari yang bisa diawasi dengan mata secara langsung hingga yang hanya bisa dilihat melalui mikroskop seperti struktur serbuk sari dan berkas pengangkut. Sedangkan yang sangat mudah untuk diamati adalah bentuk batang, bentuk daun, bentuk akar, dan bentuk biji.

Kali ini agar lebih jelas lagi, berikut penjelasan singkat dari perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil yang perlu kamu pahami lebih dalam lagi.

1. Perbedaan Pada Struktur Serbuk Sari

Tahukah kamu apa itu serbuk sari? Secara singkat, serbuk sari merupakan sebuah alat yang akan membantu dalam proses penyerbukan berupa sel-sel kelamin jantan. Nantinya, serbuk sari ini akan jatuh ke atas kepala putik dan terjadilah proses pembuahan.

Untuk tumbuhan dikotil dan monokotil, keduanya memiliki perbedaan struktur serbuk sari. Meski tidak secara kasat mata tetapi keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Serbuk sari pada tumbuhan monokotil hanya memiliki alur tunggal pada setiap butir serbuk sarinya. Sedangkan, serbuk sari pada tumbuhan dikotil ini memiliki tiga alur disetiap butirnya.

2. Perbedaan Pada Berkas Pengangkut

Tentunya ini bukan pertama kalinya kamu mendengar berkas pengangkut bukan? Singkatnya, berkas pengangkut ini merupakan satu diantara tiga kelompok jaringan permanen yang dimiliki oleh tumbuhan hijau berpembuluh menurut Wikipedia. Fungsi utama dari berkas pengangkut ini adalah sebagai saluran transportasi zat-zat yang dihasilkan maupun dibutuhkan oleh tumbuhan tersebut.

Jaringan pengangkut ini ada dua macam, yaitu xylem atau pembuluh kayu yang mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan tumbuhan baik dari akar maupun bagian tumbuhan lainnya. Yang kedua adalah pembuluh tapis atau floem yang mengangkut seluruh hasil fotosintesis untuk disebarkan keseluruh tumbuhan terutama glukosa.

Untuk tanaman dikotil dan monokotil memiliki struktur berkas pengangkut yang berbeda. Untuk tumbuhan dikotil, berkas pengangkut yang dimiliki tersebar secara teratur yaitu letak xylem berada di dalam kambium sedangkan floemnya berada di luar kambium. Sedangkan, tumbuhan monokotil  memiliki berkas pengangkut (xylem dan floem) yang tersebar baik pada batang baik xylem maupun floemnya.

3. Perbedaan Pada Batang

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan batang? Menurut Wikipedia, batang merupakan organ dasar atau pokok pada tumbuhan berpembuluh karena fungsi utamanya sebagai sumbu tumbuhan untuk organ lain dari tumbuhan tersebut bertumpu dan tumbuh. Bisa dikatakan bahwa daun dan akar adalah perkembangan lanjutan dari batang untuk menjalankan fungsinya yang lebih khusus. Meski memiliki fungsi yang sama, batang pada tumbuhan dikotil dan monokotil sangat berbeda.

Jika diliat secara kasat mata tanpa membelah batang monokotil maupun dikotil, perbedaan mencolok terletak pada bentuk batangnya ketika tumbuh. Untuk tumbuhan monokotil, batang akan tumbuh lurus menjulang tinggi, contoh paling sederhana adalah pohon kelapa. Sedangkan untuk tumbuhan dikotil batang pohonnya dapat tumbuh banyak cabang. Jika dilihat lebih detail, kedua batangnya akan memiliki perbedaan yang cukup banyak dan mencolok, yaitu:

Batang Monokotil

Struktur Batang Monokotil

  • Bagian epidermis batang monokotil tidak ditumbuhi rambut
  • Tidak ada pertumbuhan sekunder dikarenakan tidak adanya jaringan parenkim floem
  • Pada batang monokotil, berkas pengangkutnya tersebar tidak teratur dan dilindungi oleh selubung berkas pengangkut
  • Ukuran berkas pengangkut pada tumbuhan monokotil tidak sama
  • Terdapat rongga protoxilem pada batang monokotil
  • Batang tumbuhan monokotil tidak memiliki jaringan kambium

Batang Dikotil

Struktur Batang Dikotil

  • Terdapat parenkim floem pada batang dikotil
  • Setiap berkas pengangkut pada batang dikotil berukuran sama
  • Jaringan epidermis batang dikotil memiliki lapis tunggal dengan kultikultura tebal dan berambut
  • Terdapat jaringan kambium yang terletak diantara xylem dan floem
  • Pembuluh xylem pada tumbuhan dikotil berbentuk kecil dan berserat banyak dengan jumlah parenkim yang lebih sedikit
  • Pertumbuhan xylem pada batang dikotil membentuk lingkaran tahunan yang digunakan untuk mengetahui umur dari tumbuhan tersebut

4. Perbedaan Pada Akar

Akar menjadi bagian yang sangat penting bagi tumbuhan untuk menopang tubuhnya secara keseluruhan dan membantu menyerap sumber-sumber energi yang ada di tanah. Umumnya, akar pada tumbuhan monokotil dan dikotil berada di bawah tanah. Fungsi akar pada kedua tumbuhan tersebut memang sama, tetapi ada perbedaan akar pada tumbuhan dikotil maupun monokotil. Saat membahas perbedaan akar ini yang paling umum dan mudah untuk diamati adalah bentuknya yaitu akar tumbuhan monokotil adalah serabut sedangkan akar tumbuhan dikotil adalah tunggang. Lebih jelasnya mengenai perbedaan keduanya adalah:

Akar Monokotil

  • Akar tumbuhan monokotil tidak memiliki kambium namun dilengkapi dengan periskel yang membentuk akar lateral
  • Xylem dan floem pada akar monokotil terbentuk saling berselingan dengan jumlah yang sangat banyak
  • Inti akar monokotil berbentuk besar dan memiliki empulur
  • Akar monokotil secara sederhana memiliki bentuk serabut yang terbentuk dari batang

Akar Dikotil

  • Pada tumbuhan dikotil, akarnya tidak memiliki empulur seperti tumbuhan monokotil
  • Letak floem pada akar dikotil berada diluar xylem dan dibatasi oleh kambium sama seperti batang dikotil
  • Pembuluh xylem di akar dikotil ini memiliki dinding yang tebal dan sedikit serat, juga terdapat jaringan parenkim yang cukup banyak
  • Akar dikotil ini memiliki jaringan perisikel dengan selapis sel dan bagian kaliptranya tidak terlihat dengan jelas

5. Perbedaan Pada Daun

Seperti yang diketahui bahwa daun merupakan organ yang sangat penting bagi tumbuhan. Pada daun terjadi banyak kegiatan. Selain tempat untuk berfotosintesis atau menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh seluruh organ, daun juga berfungsi sebagai tempat untuk melakukan fotosintesis, organ pernapasan dan juga tempat terjadinya penguapan air.

Meskipun fungsi dari daun ini sama, daun pada tumbuhan monokotil dan dikotil memiliki perbedaan, seperti:

Daun Monokotil

  • Seperti pada tabel sebelumnya telah disebutkan jika bentuk daun monokotil cenderung memanjang seperti pita dengan tulang daun yang sejajar atau melengkung.
  • Sel daun pada tumbuhan monokotil berbeda dengan dikotil. Sel daun tumbuhan monokotil berbentuk kipas
  • Berkas pengangkut di daun monokotil memiliki selubung dari sklerenkim dengan pembuluh xylem dan terdiri dari dua metaxylem dan dua protoxylem (lebih sedikit dari tumbuhan dikotil)

Daun Dikotil

  • Untuk tumbuhan dikotil, daunnya berbentuk menjari atau menyirip dengan bentuk yang cenderung simetris dan melengkung
  • Pembuluh xylem pada tumbuhan dikotil jauh lebih banyak dibanding tumbuhan monokotil.
  • Pembuluh xylem di daun dikotil terdiri dari banyak metaxylem dan protoxylem
  • Di daunnya terdapat jaringan mesofil yang terbagi lagi menjadi jaringan palisade dan parenkim spons
  • Selubung berkas pengangkut pada daun dikotil terbentuk dari jaringan kolenkim

6. Perbedaan Pada Bunga

Sebelum melanjutkan ke pembahasan yang lebih dalam, mari mengingat sedikit tentang pengertian dari bunga itu sendiri. Bunga dibeberapa jenis tanaman mungkin hanya pelengkap saja, tetapi untuk bunga juga merupakan alat reproduksi seksual atau untuk berkembang biak dengan adanya putik dan benang sari. Bunga sebagai alat reproduksi seksual ini khususnya untuk tumbuhan yang memang berkembang biak dengan biji baik dikotil maupun monokotil.

Meski memiliki fungsi yang serupa, namun bunga di tumbuhan dikotil dan monokotil sangatlah berbeda. Keduanya memiliki perbedaan yang bisa diamati secara langsung. Bunga pada tumbuhan monokotil memiliki kelopak dengan kelipatan mulai dari tiga. Sedangkan bunga di tumbuhan dikotil memiliki kelopak bunga dengan kelipatan 4 atau lima.

Satu lagi yang membedakan keduanya adalah stuktur serbuk sari yang dimiliki. Struktur ini mungkin sulit untuk dilihat secara langsung. Struktur serbuk sari di bunga tumbuhan monokotil hanya memiliki satu pori atau alur. Sedangkan di tumbuhan dikoti, serbuk sarinya memiliki tiga pori.

7. Perbedaan Pada Biji

Menurut Wikipediabiji merupakan bakal yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru berasal dari tumbuhan berbunga. Biji bisa dilindungi oleh organ lain ataupun tidak. Jika melihat biji dari segi evolusi, biji bisa dikatakan sebagai embrio yang telah termodifikasi sehingga bisa bertahan lebih lama dikondisi yang kurang sesuai untuk melakukan proses pertumbuhan.

Tumbuhan dikotil dan monokotil jelas memiliki perbedaan yang mencolok untuk urusan biji ini. Secara ringkas mungkin sejak awal sudah diketahui perbedaan keduanya, yaitu tumbuhan monokotil memuliki biji tunggal dan tidak bisa dibelah seperti jagung, sedangkan untuk dikotil memiliki biji berkeping dua atau sederhananya bisa dibelah karena ada dua bagian, contoh paling sederhana adalag kacang.

Namun, keduanya juga memiliki struktur yang jauh berbeda. Coba perhatikan gambar di bawah ini:

Biji dikotil memiliki kulit biji dan radikula di sisi terluarnya. Kemudian plumula dan poros embrio berada di dalam dan dilindungi oleh kotiledon. Radikula ini bisa diamati langsung kerena letaknya yang berada diluar. Pada biji dikotil tidak terdapat lapisan endorsperma.

Untuk biji monokotill memiliki struktur yang lebih kompleks dan lengkap. Ambil contoh biji jagung. Pada bagian terluarnya memiliki jaringan buah dan kulit biji. Berbeda dengan dikotil, biji monokotil memiliki lapisan endorsperma. Setelahnya, plumula dan poros embrio memiliki pelindung kotiledon. Letak radikula pada monokotil berada di bagian dalam biji  sehingga tidak biaa dilihat dengan cara biasa. Selain itu, biji monokotil memiliki seludang biji yang berfungsi sebagai pelindung berkas pembuluh xylem dan floem.

Manfaat Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

  • Manfaat tumbuhan dikotil

Tumbuhan dikotil ini terdiri dari berbagai macam jenis tumbuhan mulai dari yang bisa dikonsumsi, perindang, atau hanya sekadar untuk hiasan saja. Namun dari keseluruhan tumbuhan yang memiliki keeping dua ini juga dikelompokkan ke dalam famili yang berbeda-beda juga. Berdasarkan dari famili dikotil ini bisa disimpulkan ada beberapa manfaat yang bisa diambil.

  • Sebagai sumber makanan terutama protein dan lemak nabati

Protein dan lemak nabati ini salah satu zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dan umumnya muncul di tumbuhan kacang-kacangan. Berbagai macam olahan dari tumbuhan kacang-kacangan ini sangat enak untuk dikonsumsi dan mengandung banyak sekali protein dan lemak nabati.

  • Sebagai sumber makanan yang mengandung banyak karbohidrat

Manusia sangat membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh. Salah satu tumbuhan dikotil yang mengandung banyak karbohidrat adalah tumbuhan singkong. Sudah disinggung pada bab sebelumnya bahwa singkong memiliki cadangan makanan yang sangat banyak dibagian akarnya. Dari akar inilah bisa diolah untuk dikonsumsi. Di beberapa daerah bahkan singkong menjadi makanan pokok pengganti beras dan jagung.

  • Sebagai sumber makanan yang mengandung banyak mineral dan vitamin

Banyak buah dan sayur ternyata merupakan tumbuhan dikotil. Buah dan sayur inilah sebagai sumber gizi mineral dan vitamin untuk menyehatkan tubuh. Beberapa contoh dari buah dan sayur tumbuhan dikotil ini seperti mangga, jeruk, apel, cabai, kentang, tomat, kacang panjang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

  • Sebagai bahan baku industri

Beberapa tumbuhan dikotil yang banyak difungsikan sebagai bahan baku industri ini seperti kapas. Industry tekstil di Indonesia berkembang sangat pesat dan dari kapaslah bahan baku itu berasal. Selain itu, semua tumbuhan dikotil memiliki kambium dan jaringan kayu yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan perabot rumah tangga hingga membuat bangunan.

  • Sebagai tanaman hias atau tanaman perindang

Selanjutnya tumbuhan dikotil juga banyak yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Beberapa tumbuhan ini seperti bunga matahari, bunga kamboja, bunga asoka, bunga kertas, bunga melati, dan lain-lain. Salah satu tanaman perindang yang banyak di jumpai ini seperti pohon beringin.

  • Manfaat tumbuhan monokoti

Sama halnya dengan tumbuhan dikotil, tumbuhan monokotil juga memiliki banyak sekali manfaatnya. Tumbuhan dikotil juga terdiri dari berbagai macam jenis tumbuhan yang kemudian dikelompokkan menjadi famili tertentu agar mudah di pahami. Dari pengelompokkan inilah dengan mudah bisa dilihat manfaat dari tumbuhan monokotil tersebut, seperti:

  • Sebagai tanaman hias

Tumbuhan monokotil sebagai tanaman hias ini muncul di suku anggrek-anggrekan atau juga disebut dengan nama latin Orchidaceae. Pada suku ini memiliki ciri khas dengan daun bertepi rata dengan pangkal batang menggembung untuk menyimpan cadangan air. Akar suku anggrek-anggrekan ini berbentuk rimpang dan dalam satu pohon memiliki bunga jantan dan bunga betina.

  • Sebagai sumber bahan masakan

Siapa yang sangka jika tumbuhan monokotil ini juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber masakan terutama di Indonesia yang kaya akan rempah. Contoh yang paling sederhana adalah kelapa dari suku pinang-pinangan atau Arecaceae yang daging buah dan airnya bisa dimanfaatkan.

  • Sebagai sumber bahan pokok pangan dan gizi

Berbagai tumbuhan monokotil juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan pokok yang bergizi tinggi. Beberapa kelas monokotil yang bisa manfaatkan sebagai sumber bahan makanan pokok ini berasal dari suku rerumputan atau Gramine, contohnya seperti: padi, jagung, dan tebu.

  • Sebagai sumber bahan obat tradisional

Siapa yang tidak mengenal jamu? Hampir seluruh masyarakat di Indonesia ini mengenal jamu sebagai salah satu obat atau minuman tradisional. Dari sinilah tumbuhan monokotil bisa dimanfaatkan. Pada kelas jahe-jahean atau juga disebut dengan Zingiberaceae yang sering dimanfaatkan sebagai jamu seperti jahe, kencur, kunyit, laos, temu hitam, temu lawak dan masih banyak lagi. Selain sebagai jamu bisa juga dimanfaatkan untuk bahan bumbu masakan.

  • Sebagai sumber bahan industri

Benarkah tumbuhan monokotil bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan industri? Meski tidak memiliki kambium dan kayu tetapi tumbuhan monokotil juga bisa dimanfaatkan dengan baik. Muncul dari suku rumput-rumputan, dengan nama latin Andropagon nardus ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku tali juga tertil, bamboo betung atau Dendrocalamus asper juga dimanfaatkan untuk bahan perabotan rumah. Satu lagi dari suku pisang-pisangan Musacea. Selain dimakan buahnya, batang pisang bisa diolah dan dimanfaatkan sebagai bahan baku tali.

Nah, akhirnya sudah tiba di bagian terakhir. Setelah penjelasan yang panjang ini semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Terus belajar dan tetap semangat!

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *