Ekosistem Adalah: Pengertian, Komponen, Fungsi, Jenis, Contoh

Ekosistem Adalah – Manusia hidup saling berdampingan. Tidak hanya manusia, tetapi juga hewan, tumbuhan dan seluruh makhluk hidup yang ada di dunia ini. Semua makhluk hidup tersebut tinggal dalam satu lingkungan yang menyokong. Coba perhatikan sekitarmu? Begitu banyak hal yang mengitari. Dari makhluk hidup sampai benda mati. Ekosistem ini berbeda-beda dan bermacam-macam, akan tetapi sebelum melanjutkan ke pembahasan yang lebih mendalam, perhatikan dan pahami terlebih dahulu mengenai pengertian ekosistem di bawah ini!

Pengertian Ekosistem

Pengertian Ekosistem

Dikutip dari Wikipedia, ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Karena memiliki hubungan timbal balik, suatu ekosistem tentu memiliki suatu tatanan kesautan secara utuh serta menyeluruh dengan setiap unsur lingkungan hidup yang saling memengaruhi.

Ada suatu sistem yang disebut dengan unit biosistem. Unit biosistem inilah yang kemudian membuatu suatu siklus materi karena saling melakukan hubungan timbal balik antara organisme dan lingkungan fisiknya atau hubungan organisme dengan anorganisme. Pada ekosistem ini membuat matahari menjadi sumber dari semua energy yang ada.

Melalui Wikipediaada salah satu hipotesis yang menyatakan tentang teori ekologis bahwa bisofer dan komponen fisik Bumi seperti atmosfer, kriosfer. Hidrosfer, dan litosfer saling menyatu dan membentuk sistem interaki yang menjaga keadaan iklim dan biogeokimia bumi dalam keseimbangan. Hipotesis tersebut adalah Hipotesis Gaia. Meski tidak terlalu popular dan mendapat perdebatan yang cukup banyak, ada salah satu Hipotesis Gaia yang dapat diterima mengenai ekosistem.

Kurang lebih dalam hipostesis tersebut mengatakan bahwa suatu ekosistem muncul akibat adanya perkembangan secara bersama-sama antara organisme dengan lingkungan fisik yang akan memberikan efek lanjutan seperti organisme tersebut akan melakukan adaptasi dengan lingkungan fisiknya. Tidak hanya itu, organisme inipun juga memiliki pengaruh terhadap lingkungan fisik yang ia tinggali.

Kesimpulan tersebut di dapatkan berdasarkan dari Hipotesis Gaia yang berbunyi, ‘Organisme, khususnya mikroorganisme bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan bumi cocok untuk kehidupan. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.’

Lebih lanjut lagi kemudian munculah hukum toleransi. Secara sederhana hukum toleransi ini merupakan kemampuan suatu makhluk hidup untuk menyesuaikan dengan lingkungannya karena kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat sumber daya yang ada serta kondisi kimiawi dan fisis. Seperti halnya ketika kamu berada pada suatu lingkungan tertentu, tentu sebagai individu pasti memiliki kemampuan toleransi terhadap lingkungan tapi kemampuan tersebut terbatas tergantung sampai di mana kamu bisa menerima lingkungan tersebut.

Pengertian Ekosistem Menurut Para Ahli

Setelah secara umum memahami pengertian tentang ekosistem, beberapa ahlipun juga ikut memberikan pendapat mereka mengenai pengertian ekosistem. Bahkan pengertian ekosistem ini juga diatur dalam suatu undang-undang. Berikut beberapa pengertian ekosistem menurut para ahli yang sebaiknya kamu ketahui:

Sesuai dengan UU Lingkungan Hidup Tahun 1997

Bahkan dalam undang-undang sudah diatur dan menyinggung tentang pengertian ekosistem khususnya di Indonesia ini. Di dalam UU Lingkungan Hidup Tahun 1997 tersebut menyebutkan bahwa ekosistem adalah suatu tatanan kesatuan cara yang utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Unsur-unsur yang dimaksud tersebut yaitu baik abiotic ataupun biotik; makhluk hidup ataupun benda mati. Semua unsur tersebut tersusun  dan saling mempengaruhi atau arti lainnya tidak bisa berdiri sendiri untuk membuat suatu ekosistem yang baik. Oleh karena itu, dalam suatu ekosistem pasti semua unsur-unsur yang ada saling mempengaruhi, berinteraksi, sehingga tidak bisa dipisahkan.

Menurut A.G. Tansley tahun 1935

Dengan cukup sederhana A.G. Tansley (1935) menjelaskan pengertian ekosistem secara sederhana. Ada dua hal yang ia tekankan pada pengertian ekosistem menurutnya, yaitu struktur dan fungsi. Menurutnya juga, suatu ekosistem merupakan suatu ekologi. Jadi jika dijabarkan secara lebih luas, ekosistem menurut A.G. Tansley (1935) adalah suatu kumpulan ekologi yang utuh dan bersatu (unit) yang didalamnya terdapat stuktur dan fungsi.

Lebih rinci lagi, struktur yang ia katakana adalah banyaknya keanekaragaman spesies atau yang lebih populer dengan istilah species diversity. Semakin kompleks suatu ekosistem, maka di dalamya akan memiliki keanekaragaman spesies yang makin tinggi pula.

Sedangkan pada fungsi yang dimaksud dalam pengertian Tansley (1935) memaksudkan bahwa ekosistem tersebut juga berhubungan dengan siklus materi dan arus energi melalui komponen ekosistem.

Menurut Woodbury tahun 1954

Suatu tatan kesatuan secara kompleks yang didalamnya melibatkan habitat, tumbuhan, dan binatang yang dikelompokkan dalam suatu unit kesatuan utuh adalah pengertian menurut Woodbury (1954). Seluruh kesatuan tersebut semuanya akan menjadi bagian rantai siklus materi energi.

Tentu di dalamnya juga melibatkan unsur lingkungan karena Woodbury mengatakan adanya keterlibatan habitat yang mana juga mencakup unsur-unsur abiotic atau benda mati yang ada di sana.

Menurut Odum tahun 1993

Dijelaskan menurut seorang ahli bernama Odum (1993) bahwa ekosistem adalah hubungan saling mempengaruhi dari sebuah unit fungsional dasar dalam ekologi yaitu organisme dan lingkungannya. Dimana, lingkungan tersebut juga mencakup unsur biotk dan abiotik.

Ada alasan tersendiri mengapa Odum (1993) mengatakan bahwa ekosistem adalah unit fungsional dasar dalam ekologi, yang dimaksud fungsional dasar adalah karena ekosistem tersebut merupakan satuan terkecil yang memiliki komponen secara lengkap. Tidak hanya memiliki komponen saja tetapi juga terdapat proses, relung atau lingkup yang lengkap yang mengakibatkan siklus materi dan arus enegri terjadi sesuai dengan kondisi ekosistemnya.

Menurut Soemarwoto 1983

Soemarwoto (1983) juga mengungkapkan pengertian ekosistem yang tidak jauh berbeda dengan keempat pengertian yang udah dijelaskan sebelumnya. Suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ia juga menjelaskan jika dalam ekosistem tersebut ada tingkatan organisasi yang mengacu pada setiap komponen dengan fungsi berbeda yang terkoordinasi secara baik sehingga setiap komponennya terjadi hubungan yang saling berkaitan.

Keterkaitan yang terjadi pada suatu ekosistem ini diwujudkan dengan adanya rantai makanan serta jaring makanan yang pada setiap prosesnya akan menghasilkan aliran energy dan siklus materi.

Setelah memperhatikan beberapa pengertian ekosistem baik secara umum ataupun menurut para ahli, ada garis besar yang bisa diambil untuk mempermudah teman-teman dalam memahami pengertian ekosistem karena setiap pengertian yang sudah dijabarkan memiliki suatu kesamaan yaitu mengenai hubungan timbal balik atau sifat saling ketergantungan.

Pengertian Ekosistem Secara Umum

Ekosistem adalah suatu hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dalam suatu lingkungan yang didalamnya terdapat unsur abiotic ataupun biotik (makhluk hidup dan benda mati) sehingga menghasilkan sistem yang menyeimbangkan alam untuk bertahan karena siklus energi dan materi berjalan dengan baik.

Fungsi Ekosistem

Secara umum dan ringkas, kita dapat menyimpulkan bahwa suatu ekosistem berfungsi untuk melaksanakan proses fotosintesis, penguraian materi atau dekomposisi dan melakukan fungsi alir energi dan daur biogeokimiawi dalam suatu rangkaian kegiatan ekosistem dalam skala ruang dan waktu, perkembangan, suksesi dan kontrol ekosistem.

Hanya saja, dalam proses penjelasannya akan cukup panjang dan melibatkan seluruh komponen yang ada pada suatu ekosistem tertentu. Segala hal yang terjadi pada ekosistem akan menunjang kehidupan dan mempengaruhi jalannya kehidupan pada suatu ekosistem tersebut. Jika dilihat dari segi fungsional, maka ekosistem dapat dilihat melalui 4 proses, diantaranya:

Sebagai Lingkaran Energi

Tentu teman-teman semua sengat familiar dengan pernyataan berikut, yaitu: energi tidak dapat dibuat ataupun dimusnahkan, energi hanya bisa dibuah dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Dari sinilah muncul ide apabila energi tersebut masuk ke dalam suatu lingkungan, organisme hidup, populasi atau masuk ke dalam ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang tersimpan atau terlepaskan. Ide itu ada didalam dasar ilmu lingkungan yang sedang teman-teman pelajari.

Sebagai Rantai Makanan

Yup! Rantai makanan ini adalah sebuah siklus makan-dimakan pada suatu ekosistem. Ada yang bertindak sebagai produsen, konsumen tingkat I hingga ke konsumen puncak. Atau secara sederhananya merupakan proses perpindahan energi dari seri organisme paling rendah ke jenjang organisme yang lebih tinggi atau tumbuhan herbivora-carnivora. Sayangnya, pada setiap perpindahannya atau proses makan-dimakan ini 80%-90% energi akan berubah menjadi energi panas. Jika diperhatikan, suatu proses rantai makanan ini hanya terbatas 4-5 langkah saja. Jadi bisa disimpulkan jika semakin pendek suatu rantai makanan, maka semakin besar pula energi yang tersedia.

Ada dua rantai makanan yang perlu diketahui, yaitu:

  1. Rantai makanan rerumputan atau yang disebut dengan grazing food chain yang terhadi mulai dari produsen tumbuh-tumbuhan – konsumen herbivora – konsumen karnivora.
  2. Rantai makanan sisaatau juga disebut dengan detritus food chain yang dimulai dari bahan mati yang kemudian diurai oleh mikroorganisme yaitu dimulai dari detrivora atau juga disebut organisme pemakan sisa – predator.

Sebagai Pola Keanekaragaman Dalam Waktu Dan Ruang

yang menjelaskan secara lebih lanjut mengenai tiga asas dasar ilmu lingkungan yang mencakup materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman.

Sebagai Perkembangan dan Evolusi

Jika lingkungan yang ada saling mendukung satu sama lain dan menimbulkan suatu keadaan yang baik, maka akan terjadi penimbunan keanekaragaman biologi yang lebih baik dalam suatu ekosistem kemudian akan meningkatkan populasi dengan kemampuan yang meningkat.

Sebagai Pengendalian Atau Cybernetics

Selalu ada proses penyesuaian diri dalam suatu ekosistem yang sifatnya dinamis atau selalu berubah-ubah. Misalkan suatu organisme akan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat dimana ia tinggali. Tetapi, ada juga suatu proses dimana lingkungan tersebutlah yang akan menyesuaikan diri dengan organisme yang tinggal di sana. Misalnya saja tentang tumbuhan yang dapat mempengaruhi tanah tempat di mana ia tumbuh.

Dalam terbentuknya fungsi ekosistem ini melibatkan banyak faktor dan waktu yang bertahap. Ada proses-proses khusus yang harus dilewati. Proses itu diawali dengan proses penerimaan/fiksasi energi cahaya matahari—penyususnan materi organik dari bahan anorganik oleh produsen tingkat pertama atau kelompok pengurai. Dari sini, bahan organik yang dihasilkan juga akan kembali digunakan oleh dekomposer atau organisme pengurai lainnya untuk mengurai makhluk yang telah mati menjadi senyawa anorganik yang lebih sederhana sehingga bisa dimanfaatkan ulang oleh produsen dan konsumen kembali. Tidak hanya melibatkan fungsi ekosistem sebagai proses alir energi saja, tetapi di sini fungsi ekosistem tersebut juga akan berlangsung interaksi timbal balik antara komponen ekosistem yang ada.

Mari perjelas lagi fungsi ekosistem dengan memahami proses yang ada didalamnya:

  • Penerimaan energi radiasi sinar matahari

Ada tiga komponen yang saling berinteraksi dalam pembentukan senyawa ekologi yang dilakukan oleh tumbuhan hijau melalui proses fotosintesis yang memerlukan sinar matahari, yang kemudian timbul proses perputaran nutrient. ketiga komponen tersebut adalah: materi anorganik (udara, air, garam-garam mineral), materi organik (tumbuh-tumbuhan, hewan, mikrobiota), asupan energi dari luar yaitu cahaya.

Ketika proses fotosintesis selesai maka akan menjadi sumber energi baru yang dimanfaatkan oleh konsumen primer atau herbivora, kemudian menjadi sumber energi karnivora. Setelah itu proses akan berulang lagi karena saat mati akan diurai oleh dekomposer dari bahan organik menjadi anorganik yang dibutuhkan tumbuhan.

  • Penyusunan senyawa organik dari bahan-bahan anorganik oleh produsen

Karena senyawa anorganik yang dihasilkan oleh dekomposer ini akan menjadi sumber makanan baru untuk mikrobiota yaitu seperti untuk mikroorganisme saproyrof seperti jamur, bakteri saprofitik atau protozoa saprozoik. Mereka inilah yang akan mengubah senyawa organik menjadi molekul-molekul anorganik yang akan dilepaskan sebagai sumber energi untuk lingkungannya dan akan disimpan di dalam tumbuhan dan dilepaskan sebagai energi panas. Daur seperti ini disebut daur biogeokimiawi.

  • Pemanfaatan produsen oleh konsumen dan pemanfaatan lebih jauh materi yang dikonsumsi

Daur biogeokimiawi yang diambil dari substrat habitat dan lingkungan kemudian disimpan ke dalam jaringan tumbuhan dan hewan melalui daur ulang makanan atau proses rantai makanan yang kemudian akan dilepas lagi melalui dekomposisi. Energi ini dilepaskan ke lingkungan seperti air, tanah, udara yang di dalam ekosistem prosesnya akan kembali lagi berulang secara terus menerus.

Pada proses yang berulang tersebut terjadi perombakan senyawa organik menjadi bahan anorganik oleh makhluk hidup yang mati oleh dekomposer yang kemudian materi organik tersebut akan lebih disederhanakan lagi agar dapat dimanfaatkan kembali oleh produsen.

Komponen Ekosistem

Saat teman-teman semua memperhatikan lingkungan sekitar apa yang ada di sana? Beberapa hal yang akan teman-teman sadari mungkin seperti batu, air, bunga, pohon, kupu-kupu, nyamuk, katak, sapi, kambing, dan lain sebagainya. Dilihat dari beberapa hal tersebut maka dari sini sudah bisa dilihat jika suatu ekosistem terbentuk oleh komponen pembentuk ekosistem.

Ternyata komponen pembentuk ekosistem inipun ada banyak sesuai dengan sifatnya, fungsinya dalam ekosistem, dan juga dilihat dari perolehan sumber energi/jenjang makanan atau yang dikenal juga sebagai trophic level.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, suatu komponen ekosistem terdiri dari biotik dan abiotik, berikut penjelasannya:

  • Biotik

Komponen biotik yang ada di dalam sebuah ekosistem berarti seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Setiap makhluk hidup tersebut memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Akan ada penjelasannya lebih lanjut mengenai komponen ekosistem berdasarkan fungsinya dan juga sumber energinya. Dalam komponen biotik ini juga melibatkan tingkatan organisasi di dalam ekologi. Organisasi yang terlibat tersebut ada pada tingkatan:

Individuatau merupakan organisme tunggal atau berdiri sendiri tapi bukan berarti tidak membutuhkan organisme lain. Individu ini merupakan bagian terkecil dari sebuah organisasi yang ada di ekologi ekosistem. Misalkan saja seekor anjing, satu pohon jambu, seorang manusia.

Populasi.Populasi merupakan sekumpulan individu yang sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Mereka juga saling berinteraksi satu sama lainnya. Pengertian mengenai populasi ini menurut Campbell et al (2002:272). Contoh dari populasi ini seperti: sekelompok singa, sekelompok sapi, sekelompok manusia, dan lain sebagainya.

Komunitas. Ini merupakan organisasi yang lebih besar dengan berbagai macam populasi yang hidup pada suatu waktu, tempat atau daerah tertentu. Mereka saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lainnya Campbell et al (2002:272).

Mereka hidup bersamaan dan tercipta hubungan timbal balik tidak hanya pada sesama organisme tetapi juga lingkungannya. Oleh karenanya seluruh rangkaian organisme yang ada dan juga lingkungannya ini membentuk ekosistem yang saling terhubung dan berinteraksi dengan memberikan timbal-balik demi kelangsungan kehidupan bersama.

  • Abiotik

Lain halnya dengan komponen biotik yang merupakan komponen hidup yang ada dalam suatu ekosistem maka komponen abiotik ini adalah segala komponen tak hidup yang ada pada suatu ekosistem. Meskipun komponen abiotic ini merupakan komponen benda-benda tak hidup yang ada disekitar ekosistem tapi keberadaannya juga mempengaruhi keberlangsungan kehidupan pada suatu ekosistem. Beberapa contoh komponen abiotic yang sangat dibutuhkan oleh ekosistem adalah sebagai berikut:

Cahayaadalah salah satu komponen abiotik yang sangat penting karena merupakan energi utama bagi bumi termasuk untuk keberlangsungan suatu ekosistem. Dalam proses pembuatan makanan pada tingkat produsen, cahaya sangat diperlukan untuk berlangsungnya proses fotosintesis. Jika tidak ada cahaya maka proses itu tidak akan terjadi dan organisme produsen akan mati. Ketika organisme produsen mati maka organisme konsumen juga akan kehilangan sumber energi dan tidak mampu melanjutkan hidup.

Suhujuga sangat mempengaruhi keberlangsungan ekosistem. Suhu yang terlalu ekstrim entah itu panas atau dingin bisa merusak ekosistem. Suhu pada suatu ekosistem ini juga dipengaruhi dari instensitas cahaya matahari yang menyinari. Selain membantu kehidupan suatu ekosistem, suhu juga mempengaruhi tekanan udara yang menyebabkan aliran udara atau lebih dikenal dengan angin yang juga membawa uap air.

Airsangat diperlukan untuk tubuh. Fakta bahwa lebih dari separuh tubuh makhluk hidup terdiri dari air. Di dalam air ini mengandung beberapa kandungan seperti hydrogen, oksigen, pun juga mineral yang sangat dibutuhkan baik untuk tumbuhan, hewan, manusia, dan juga makhluk hidup lainnya.

Selain fungsi air yang menghidrasi tubuh, proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup juga sangat bergantung kepada air sebagai media yang mengalirkan hasil biokimia dalam tubuh ke seluruh tubuh. Ada suatu proses biokimia di dalam tubuh untuk menghasilkan energi, apabila proses ini terhambat proses menghasilkan energi juga berkurang. Padahal energi juga sangat diperlukan untuk melakukan aktivitas juga untuk tumbuh dan berkembang. Untuk tumbuhan, maka air diperlukan sebagai salah satu komponen penting dalam proses fotosintesis. Dalam ekosistem air, keberadaannya sebagai tempat untuk hidup. Jadi adanya air ini sangat mempengaruhi keberadaan dan jalannya kehidupan suatu ekosistem.

Udarayang mengandung banyak oksigen ini sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup untuk bernapas dan juga memproses energi di dalam tubuh. Selain oksigen, udara juga mengandung banyak sekali kandungan seperti karbondioksida yang bisa diproses oleh tumbuhan, uap air, juga terkadang organisme yang sangat kecil. Inilah kenapa adanya suhu, air, sinar matahari sangat saling terkait dan tentu sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup.

Topografiadalah bentuk wilayah dimana ekosistem itu ada. Tinggi dan rendahnya suatu wilayah sangat mempengaruhi ekosistem karena suhu, tekanan udara dan juga banyak sedikitnya sinar matahari akan berbeda. Oleh karena itu, ekosistem yang ada pun berbeda.

Tanahmengandung banyak sekali mineral dan juga bahan anorganik lainnya yang digunakan sebagai bahan pembuatan energi oleh organisme autotrof. Pada tanah juga dilepaskan beberapa senyawa anorganik hasil dekomposisi. Oleh karena itu tanah merupakan salah satu komponen abiotik yang sangat mempengaruhi suatu ekosistem.

Garamsangat mempengaruhi kehidupan air laut khususnya pada organisme terrestrial. Oleh karena itu kadar garam yang ada di air laut sangat mempengaruhi tubuh dari organisme yang tinggal di sana melalui proses osmosis. Ini alasan kenapa banyak organisme terrestrial yang tidak bisa hidup ketika dipindahkan ke ekosistem air tawar atau dengan kadar garam yang tidak sesuai.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Fungsinya

Setiap yang berperan dalam adanya atau terbentuk ekosistem pasti memiliki fungsi, oleh karena itu jika dilihat dari fungsinya suatu ekosistem terdiri dari komponen:

  • Produsen

Berdasarkan fungsinya atau perannya dalam sebuah ekosistem, ada organisme yang disebut dengan produsen. Organisme ini mampu membuat makanannya sendiri dengan mengubah senyawa anorganik disekitarnya dan dibantu oleh matahari dalam menjalankan prosesnya. Benar sekali! Proses pembuatan energi ini bernama fotosintesis. Tidak semua organisme di dalam ekosistem mampu menghasilan energi sendiri. Hanya tumbuhan-tumbuhan hijau ataupun hewan fitoplankton saja yang mampu berfotosintesis. Selain itu, kelompok produsen ini juga menghasilkan energi untuk organisme lainnya dengan cara dikonsumsi.

  • Konsumen

Dari namanya saja mungkin teman-teman sudah mampu menebak tentang apakah peranan organisme ini. Yang masuk kedalam kelompok konsumen tentu saja semua organisme yang tidak mampu menghasilkan makanan untuk dirinya sendiri sehingga harus mengkonsumsi organisme autotrof atau produsen. Tidak hanya mengkonsumsi produsen tetapi juga mengkonsumsi sesama konsumen. Maka jika teman-teman memperhatikan dalam siklus rantai makanan selalu ada konsumen tingkat I atau primer yaitu golongan herbivora yang memakan tumbuh-tumbuhan atau untuk beberapa rantai makanan dimulai dengan memakan fitoplankton sebagai sumber makanan. Kemudian ada konsumen tingkat II, III dan seterusnya. Konsumen tingkat ini biasanya terdiri dari pemakan daging atau juga karnivora dan juga pemakan segalanya atau omnivora.

Jad secara ringkasnya, organisme konsumen ini mengambil senyawa organik dari organisme lain yang digunakan sebagai sumber energi makanannya.

  • Pengurai (dekomposer)

Organisme pengurai ini sangat penting dalam proses keberlangsungan suatu ekosistem yang seimbang. Dalam perannya ia menguraikan bahan organik dari organisme autotrof dan juga heterotrof yang telah mati. Senyawa organik yang ada pada kedua golongan tersebut diubah ke dalam senyawa anorganik yang lebih sederhana dan disebarkan ke tanah dan udara. Proses penguraian ini disebut dengan dekomposer dan hanya organisme tertentu saja yang bisa melakukannya.

Organisme pengurai ini relatif kecil dan tidak disadari kehadirannya. Beberapa contoh organisme pengurai ini adalah ganggang, jamur, bakteri, dan lain sebagainya.

  • Detritivor

Selain adanya organisme yang bisa menguraikan senyawa organik dari komponen biotik yang telah mati maka ada juga organisme yang membantu adanya proses dekomposer ini yaitu organisme yang melapukkan komponen biotik yang telah mati. Organisme pelapuk ini disebut detritivor. Beberapa contoh organisme ini di anataranya adalah cacing, teripang, siput, dank utu kayu.

Komponen Ekosistem Berdasarkan Perolehan Sumber Energi/Jenjang Makanan (Trophic Level)

Sedangkan setiap yang ikut serta dalam terbentuknya suatu ekosistem yang merupakan suatu kesatuan utuh yang saling berkaitan dan memiliki timbal balik mendapat sumber energi pada jenjang makanan yang berbeda atau disebut juga trophic level, dilihat dari segi perolehan sumber energinya komponen ekosistem terdiri dari:

  • Kelompok Autotropik

Apakah kamu pernah dengar tentang komponen autotropik yang ada di dalam ekosistem? Komponen ini masuk ke dalam golongan biotik. Tetapi tidak semua komponen biotik dalam ekosistem masuk ke dalam komponen autotropik. Hanya tumbuhan hijau atau fitoplankton yang masuk ke dalam komponen ini. Karena autotropik dalam ekosistem berarti organisme yang mampu mensintesis makanannya sendiri dari bahan organik dan bahan anorganik yang sederhana dengan bantuan sinar matahari.

  • Kelompok Hijau Tropik

Yang kedua adalah kelompok hijau tropik. Kelompok ini juga termasuk kelompok biotik yang terdiri dari hewan. Sumber energi mereka adalah bahan-bahan organik yang dibentuk oleh komponan autotrof. Kelompok hijau tropik ini bisa dikatakan sebagai dekomposer jika melihat fungsinya dalam komponen ekosistem dikarenakan para organisme ini mengubah atau menyusun kembali dan juga menguraikan bahan organik kompleks yang dibentuk oleh kelompok autotrof yang telah mati ke dalam senyawa anorganik yang lebih sederhana.

  • Kelompok Heterotrof

Untuk kelompok heterotrof adalah makhluk hidup yang dibedakan menjadi dua yaitu kelompok biophage dan juga kelompok saprophage. Keduanya memiliki perbedaan yang cukup berbeda. Jika biophage merupakan organisme yang memperoleh sumber energinya dari mengkonsumsi organisme lainnya. Sedangkan saprophage merupakan organisme pengurai bahan-bahan organik dari organisme yang telah mati. Perbedaannya dengan kelompok hijau tropik adalah menguraikan hanya yang dihasilkan oleh organisme autotropik saja sedangkan saprophage menguraikan baik organisme autotropik juga organisme lainnya (hewan) yang telah mati.

Jenis-jenis Ekosistem

Dunia ini begitu luas juga dengan kehidupan yang ada disana baik makhluk hidup maupun benda-benda tidak hidup. Dengan keberadaannya yang saling mempengaruhi dan memberikan timbal-balik dalam satu kesatuan khusus muncullah berbagai jenis ekosistem di bumi. Saling menyokong dalam rantai energi seluruh komponen biotik dan abiotic ini membentuk ekosistem. Ada dua jenis ekosistem di dunia ini, yaitu ekosistem alamidan ekosistem buatan.

Ekosistem alami adalah suatu sistem ekologi yang muncul dan saling terhubung dalam proses timbal balik tanpa adanya campur tangan manusia. Ekosistem ini muncul dengan sendirinya sesuai dengan alam yang membentuk mereka. Tanpa campur tangan manusia, ekosistem alami mampu bertahan menghadapi segala sesuatunya dengan menyeimbangkan semua komponen yang ada. Misalkan saja ekosistem hutan belantara di pedalaman Kalimantan. Tentu ada berbagai macam organisme biotik dan komponen abiotik yang ada di sana dan saling mempengaruhi dan memiliki peran masing-masing demi mempertahankan ekosistem yang stabil.

Ekosistem buatan adalah kebalikan dari ekosistem alami. Ekosistem ini muncul karena campur tangan manusia, bisa jadi ekosistem buatan ini sangat mirip dengan ekosistem alami. Karena beberapa kasus sekarang banyak ekosistem alami yang sudah rusak. Entah karena bencana atau ulah manusia itu sendiri. Untuk memperhatankan keseimbangan, ada beberapa ekosistem buatan yang dibuat menyerupai ekosistem alami. Tetapi juga ekosistem alami pun ada yang dibentuk manusia secara khusus (tidak menyerupai ekosistem alami) untuk kebutuhan-kebutuhan tersendiri. Seperti halnya dengan ekosistem kolam ikan.

Macam-macam Ekosistem / Klasifikasi Ekosistem

Dunia ini sangatlah luas dan seperti kita tahu ada berbagai banyak jenis organisme yang ada di darat maupun di air. Berbagai organisme yang ada ini dengan habitat yang berbeda pula akan menghasilkan berbagai macam ekosistem. Khusus di Indonesia yang terdiri dari banyak hutan hujan tropis dan juga lautan yang sangat luas, pun memiliki ekosistem yang tak kalah banyaknya. Ada empat macam ekosistem di Indonesia ini yang sebaiknya teman-teman semua tahu, yaitu:

Ekosistem Daratan (Terestrial)

Pada ekosistem darat atau yang disebut terrestrial ini tentu saja membahas ekosistem darat yang alami. Dinamakan dengan ekosistem darat karena setiap makhluk hidup yang ada disana berinteraksi dengan lingkungan yang berupa suatu daratan. Karena meliputi lingkungan darat maka wilayahnya sangat luas dan disebut sebagai bioma. Pada ekosistem ini selain dipengaruhi oleh organisme hidup dan juga benda tidak hidup (abiotik) ternyata juga mendapat pengaruh dari iklim, letak geografis, hingga letak astronomisnya. Dalam ekosistem darat ini, khususnya di Indonesia ada tiga bentuk utama vegetasi. Yaitu:

Vegetasi Pamah ini berada pada ketinggian 0-1000 meter diatas permukaan laut. Hampir sebagian besar ketinggian yang ada di Indonesia termasuk di dalamnya vegetasi pamah ini. Tapi untuk mempermudah pengelompokkannya maka vegetasi pamah ini terdiri dari vegetasi darat dan juga vegetasi rawa. Vegetasi darat ini seperti yang kita tahu dan sering lihat seperti hutan sedangkan vegetasi rawa ini memiliki ciri terdapat tanaman Marsh yang selalu tumbuh di bawah air dengan sekuens membentuk air terbuka di dalam hutan campuran.

Dengan luas wilayah yang begitu luas dan iklim tropis membuat Indonesia memiliki vegetasi rawa yang sangat beragam tergantung dengan kedalaman, salinitas, kualitas air, kondisi drainase hingga banjir yang ada. Semua itu juga dipengaruhi oleh insensitas hujan di Indonesia sebagai Negara tropis. Contoh dari vegetasi pamah ini seperti hutan bakau, hutan rawa air tawar, hutan riparian, hutan rawa gambut, hingga danau.

Vegetasi Gunungpun juga ada di Indonesia meski tidak mendominasi karena sebagian wilayah darat Indonesia adalah dataran rendah. Dalam vegetasi gunung pun sangat beragam namun lebih mudah di pahami. Hutan-hutan gunung, padang rumput, vegetasi terbuka di lereng baku adalah beberapa contoh vegetasi yang masuk ke dalam vegetasi gunung.

Vegetasi Monsun ini ditemukan di Negara beriklim tropis. Tetapi tidak semua wilayah memiliki vegetasi Monsun ini. Vegetasi ini muncul karena iklim kering panas dengan Q>33,3% dan terjadi penguapan yang melibihi curah hujan yang umumnya 1500 mm/tahun. beberapa contoh vegetasi monsoon ini adalah hutan hujan, sabana dan padang rumput.

Ekosistem Air (akuatik)

Betuk bahawa Negara Indonesia terdiri dari berbagai macam biota laut yang beragam. Hal ini dikarenakan cakupan wilayah airnya sangat luas belum termasuk dengan air tawarnya seperti sungai, danau, air terjun, dan lain sebagainya.

Dari situlah ekosistem air muncul atau akuatik muncul. Dari sini bisa disimpulkan jika ekosistem akuatik adalah suatu ekosistem di mana seluruh faktor lingkungannya berupa air sebagai habitat berbagai organisme yang hidup di sana. Tidak hanya organisme hidup tetapi juga benda tidak hidup yang menyokong kehidupan yang ada di sana.

Ekosistem Suksesi

Ekosistem yang satu ini boleh jadi jarang disinggung dalam mata pelajaran, tetapi ekosistem suksesi ini ada. Tahu kah teman-teman jika Indonesia ini juga termasuk di Negara yang rawan akan bencana? Terkadang berbagai bencana muncul dan tanpa sengaja merusak suatu ekosistem alami yang sudah ada sejak lama yang kemudian secara perlahan kembali lagi. Perusakan ini terjadi bukan hanya karena peristiwa alam, tetapi juga ulah manusia yang ikut andil di dalamnya. Manusia pun juga kemudian membantu memperbaikinya tetapi kemudian ditinggal sehingga ekosistem tersebt tidak lagi terawatt namun dapat  berkembang sendiri berdasarkan kondisi alam tersebut.

Itulah yang dimaksud dengan ekosistem suksesi atau ekosistem yang muncul setelah perusakan ekosisem alami baik oleh bencana atau campur tangan manusia. Ada dua jenis suksesi, yaitu ekosistem suksesi primer dan ekosistem suksesi sekunder.

Ekosistem suksesi primer ini berkembang atau memulihkan diri nya pada substrat baru seperti pada permukaan tanah yang terbengkalai, tanah longsor, pertambangan, abu, puing-puing lava, endapan pasir pantai, endapan lumpur danau dan lain sebagainya. Sedangkan pada suksesi sekunder ini ekosistem alami hancur total dan tidak ada substrat baru yang dapat muncul karena ulah manusia seperti pada deforestasi atau adanya pembakaran. Namun ekosistem ini dapat berevolusi menjadi ekosistem buatan dorman yang akan bekembang secara alami. Misalkan saja perubahan kadar tanah pada suatu ladang hasil pembakaran yang akan menjadi subur setelah dua atau tiga kali panen.

Ekosistem Buatan

Sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya apabila ekosistem buatan ini adalah ekosistem yang terbentuk karena campur tangan manusia untuk keperluan tertentu baik demi kelangsungan hidup, nilai seni ataupun memperbaiki ekosistem alami yang telah rusak agar keseimbangan alam tetap terjaga.

Contoh Ekosistem

Berbagai macam ekosistem yang ada sudah dijelaskan sebelumnya, agar lebih memahami berbagai jenis ekosistem tersebut mungkin akan lebih mudah jika mempelajari contoh-contoh dari masing-masing ekosistemnya. Simak terus ya!

Contoh Ekosistem Perairan Akuatik

  • Ekosistem air tawarini muncul pada lingkungan air tawar dengan penetrasi cahaya yang kurang serta terpengaruh iklim dan cuaca. Biasanya ekosistem air tawar ini muncul di lingkungan seperti sungai, danau, bendungan, dll.
  • Ekosistem air lautsudah pasti ada lingkungan air dengan kadar garam yang cukup tinggi yaitu laut. Atau dengan salinitas yang tinggi dan juga tidak terpengaruh oleh suhu dan iklim. Berbagai biota laut hidup di sana pun di perairan laut dalam dan dangkal akan meiliki ekosistem yang berbeda-beda.
  • Perairan estuariini merupakan jenis ekosistem air dimana habitatnya terbentuk dan merupakan tmpat bertemunya air sungai dengan air laut. Pada ekosistem ini terkadang teman-teman akan menemukan ikan yang mampu hidup di air tawar dan juga mampu hidup di air laut yang berkadar garam tinggi.
  • Terumbu karang.Pada kedalaman tertentu saat teman-teman menyelam akan ditemui berbagai macam jenis terumbu karang dan disana tidak hanya ada ikan tetapi juga anemone, beberapa komponen abiotic juga ada untuk menunjang ekosistem ini tetap berjalan dengan baik.
  • Ekosistem lamunmungkin bukan ekosistem yang cukup familiar, tetapi ekosistem ini ada di perairan laut dangkal dekat denan pantai dimana sekelompok tumbuh-tumbuhan yang berhubungan dengan wilayah laut bisa hidup. Ini bisa terjadi pada hutan bakau didekat pantai.
  • Ekosistem laut dalamadalah suatu ekosistem di dalam laut dengan kedalaman lebih dari 6000 meter tanpa adanya cahaya matahari yang bisa menembus. Oleh karena itu, hewan-hewan yang hidup cenderung buta atau tidak terbiasa dengan cahaya matahari.
  • Ekosistem pantaiadalah ekosistem air yang sangat mudah untuk ditemui. Pada ekosistem ini muncul di wilayah perbatasan antara lautan dengan daratan. Ingat bahwa tidak semua ekosistem pantai ini berpasir. Di beberapa pantai, yang menjadi batas bukan pasir tetapi bebatuan.
  • Ekosistem sungaimungkin bisa dimasukkan ke dalam ekosistem air tawar. Tetapi agar lebih jelas lagi ekosistem sungai ini berarti ekosistem yang muncul pada aliran air yang mengalir ke satu arah tertentu.
  • Ekosistem rawaini biasanya memiliki kualitas air yang kurang bersih. Terdapat di hutan-hutan yang cenderung gelap dengan kelembapan yang tinggi juga.
  • Ekosistem kolambisa jadi merupakan ekosistem buatan yang dibuat manusia berupa kolam dengan habitat air namun daerahnya sangat terbatas. Ekosistem ini tentu terpengaruh dengan keadaan suhu, cahaya, udara , dan sinar matahari.

Contoh Jenis Ekosistem Daratan

  • Ekosistem padang rumputsudah menjelaskan bagaimana bentuk dari ekosistem tersebut. Berupa padang rumput yang sangat luas. Padang rumput ini disebut juga dengan sabana yang bisa teman-teman temukan di daerah Nusa Tenggara Timur ataupun Nusa Tenggara Barat.
  • Ekosistem hutan gugurtentu hanya muncul pada Negara dengan empat musim. Hutan ini sangat terpengaruh dengan cuaca yang berganti dalam skala waktu tertentu seperti musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin.
  • Ekosistem gurunmemiliki instensitas cahaya matahari yang sangat banyak yang menyebabkan penguapan air sangat tinggi dengan curah hujan rendah jadi ekosistem yang terbentuk adalah tanah gersang berpasir dan air yang sedikit. Hanya beberapa tumbuhan dan hewan yang mampu hidup pada ekosistem ekstrim seperti ini.
  • Ekosistem hutan hujan tropisyang sangat banyak ada di Indonesia terutama dekat dengan garis khatulistiwa di Kalimantan. Ekosistem ini memiliki curah hujan yang tinggi dan matahari yang melimpah sepanjang tahun.
  • Ekosistem taigaini tidak ada di Indonesia karena hanya muncul pada Negara yang memiliki perbatasan atara iklim sub tropis dan iklim kutub.
  • Ekosistem tundraadalah kebalikan dari ekosistem gurun. Jika pada gurun suhunya sangat panas, maka ekosistem tundra ini adalah ekosistem dengan suhu yang sangat rendah dengan cahaya matahari yang minim dan biasanya ada pada daerah tropis.
  • Ekosistem kars (batu gamping/gua)merupakan suatu ekosistem yang terbentuk karena pada pembentukannya terhadi pelarutan pada batuan dan terdapat celah yang cukup luas dan panjang atau kita sebut dengan gua.

Contoh Ekosistem Buatan

  • Ekosistem bendunganadalah suatu ekosistem yang ada berupa suatu bangunan atau penghalang untuk menahan aliran air sungai. Secara alamiah akan muncul organisme yang tinggal dan hidup disana karena terdapat komponen biotik dan abiotic yang memadai.
  • Ekosistem akuariumini dibuat dalam ukuran kecil dan lebih sering diletakan di dalam ruangan yang biasanya berisi ikan-ikan hias. Untuk membentuk suatu ekosistem yang pas, biasanya akan ditambah dengan lampu, gelembung oksigen, filter, dan juga tumbuh-tumbuhan.
  • Ekosistem sawahini ada karena manusia menggarap lahan luas berupa ladang pertanian atau juga sawah. Pada ekosistem ini hewan sebagai konsumen biasanya muncul adalah burung, katak, ular, tikus dan lain sebagainya.
  • Ekosistem kebuntidak jauh berbeda dengan ekosistem sawah, ekosistem kebun ini biasanya dibuat oleh manusia untuk menanam berbagai jenis tanaman dan letaknya di dekat rumah. Sama halnya dengan ekosistem kebun, beberapa hewan tingkat konsumen I juga hadir dalam ekosistem ini.
  • Ekosistem hutan tanam produksiselain adanya hutan alami yang memang tumbuh dengan berbagai macam jenis tumbuhan, maka ekosistem hutan tanam produksi ini biasanya hanya terdapat satu jenis tanaman saja. Biasanya mencakup wilayah yang cukup luas sehingga terdapat lebih banyak organisme dan komponen abiotic yang ada di sana.

Adanya ekosistem yang kompleks di muka bumi ini memberikan keseimbangan alam yang luar biasa. Semakin hari ekosistem ini terancam dengan adanya perusakan alam. Oleh karena itu, merupakan tugas kita semua dalam menjaga ekosistem tersebut agar tidak terganggu dan tetap berjalan secara seimbang. Terus membaca dan terus belajar!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *