Pengertian Organisasi, Manfaat, Fungsi dan Contoh Organisasi

Seringkali kita mendengar kata organisasi di kehidupan sehari-hari. Entah itu organisasi desa, organisasi pemerintahan, organisasi kampus atau universitas, organisasi kedokteran dan lain sebagainya. Memangnya apa sih sebenarnya organisasi ini? Kenapa terlihat sangat penting dan begitu banyak jumlahnya? Mengapa sebuah organisasi memiliki anggota yang banyak juga?

Organisasi ini tentu ada bukan tanpa tujuan dan manfaat yang tidak berarti. Munculnya organisasi ini sudah ada sejak lama sekali di Indonesia. Salah satu organisasi tertua yang pernah ada di Indonesia muncul sebelum kemerdekaan dan dibuat oleh penduduk bangsa Indonesia sendiri yaitu Bung Tomo. Organisasi ini boleh berjalan pada masa itu karena lebih berfokus pada pendidikan bangsa Indonesia dan tidak mengurusi politik.

Nah, daripada makin penasaran. Artikel kali ini akan membahas secara tuntas mengenai pengertian dari organisasi termasuk di dalamnya akan dibahas juga tentang manfaat dan tujuan hingga contoh-contoh organisasi itu sendiri. Simak terus ya!

Pengertian Organisasi

Pengertian Organisasi Secara Bahasa

Memahami pengertian bisa dilihat melalui beberapa cara, yaitu dengan mengetahui pendapat para ahli dan juga melihatnya dari segi bahasa itu sendiri. Nah, apa pengertian organisasi secara bahasa? Ternyata, kata organisasi merupakan kata saduran yang berasal dari bahasa Yunani. Dalam bahasa Yunani, organisasi ini disebut sebagai organonyang berarti alat.

Di dalam bahasa Indonesia, pengertian organisasi bisa dilihat melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI. Di dalam KBBI dijelaskan bahwa or-ga-ni-sa-si (n)memiliki dua makna khusus. Pertama, organisasi adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) dalam sebuah perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Sedangkan, definisi kedua menyebutkan jikaorganisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Jika disimpulkan dari dua pengertian tersebut, maka bisa dikatakan jika organisasi merupakan sebuah alat untuk tempat berkumpul dan saling bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang sama.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Selain melihatnya dari segi bahasa, beberapa ahli juga telah memberikan pendapatnya mengenai pengertian dari organisasi itu sendiri. Salah satu yang paling mudah dan sederhana untuk dipahami adalah pengertian organisasi yang diambil dari ensiklopedia online Wikipedia, dijelaskan bahwa organisasi ini adalah: sebuah wadah atau tempat berkumpulnya orang dengan 3 sistematis yang pasti (terpimpin, terkendali, terencana) secara rasional dalam memanfaatkan segala sumber daya baik dengan metode, material, lingkungan, dan uang serta sarana dan prasarana dengan efisien dan efektif demi tercapainya tujuan organisasi.

Selain itu, beberapa ahli juga memberikan pendapatnya mengenai organisasi. Simak definisi dari organisasi menurut para ahli berikut dan coba ambil kesimpulannya!

1. Stoner

Salah seorang ahli bernama Stoner mengatakan jika organisasi adalah suatu hubungan antara beberapa orang yang di dalamnya akan mendapat pengarahan dari atasan atau seorang pimpinan agar apa yang mereka sepakati sebagai tujuan bersama akan tercapai.

2. James D. Mooney

James D. Mooney menjelaskan pengertian organisasi lebih singkat yaitu merupakan bentuk perserikatan yang dibuat oleh sekelompok orang untuk mewujudkan satu atau beberapa tujuan yang akan dicapai bersama-sama.

3. Chester I. Bernard

Lebih sederhana lagi, Chester I. Bernard memberikan pendapatnya mengenai pengertian organisasi. Menurutnya, organisasi adalah sebuah sistem aktivitas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

4. Stephen P. Robbins

Ahli yang lain bernama Stephen P. Robbins mengungkapkan pengertian organisasi adalah suatu kelompok atau entity (kesatuan) dalam kehidupan sosial yang dikoordinasikan dan segala kegiatan dilakukan dengan sadar namun tetap dibatasi oleh hal yang relatif bisa diidentifikasikan atau batasan-batasan tersebut jelas dan dapat dirangkumkan dengan jelas. Sebuah organisasi akan bekerja secara berkesinambungan dan terus menerus agar tujuan yang telah disepakati tercapai.

Tujuan Organisasi

Organisasi tumbuh dan berkembang sangat cepat sebagai suatu tatanan yang lebih terorganisir. Masing-masing organisasi pasti memiliki tujuan masing-masing yang berbeda. Namun, secara umum organisasi yang dibentuk ini memiliki tujuan yang sama, yaitu:

Tujuan Organisasi Secara Umum

  • Menjadi wadah atau tempat untuk beberapa orang dalam menapai tujuan yang sama dengan cara yang lebih efisien, efektif, dan terstruktur.
  • Setiap anggota dan sumber daya yang terlibat di dalam organisasi tersebut bisa menambah kemandirian dan kemampuan.
  • Sebuah organisasi juga bisa digunakan sebagai wadah bagi mereka yang ingin mendapatkan penghargaan, sebuah jabatan, dan juga pembagian pekerjaan.
  • Di dalam organisasi yang ada, setiap anggota individu bisa menambah relasi perkenalan, pergaulan, dan juga menggunakan waktu senggang mereka untuk hal-hal yang lebih positif dan berguna.
  • Disadari atau tidak, organisasi juga bisa bertujuan sebagai sarana untuk memperoleh kekuasaan.

Beberapa hal yang sudah disebutkan di atas merupakan tujuan organisasi dilihat secara umum. Organisasi juga memiliki tujuan yang lebih khusus dan detail. Agar lebih jelas, tujuan organisasi secara khusus tersebut bisa dibagi menjadi 3 hal, yaitu:

Tujuan Jangka Pendek

Di dalam sebuah organisasipun memiliki tujuan jangka pendek yang sering juga disebut sebagai tujuan operasional. Umumnya, tujuan jangka pendek ini hanya berkisar 6-12 bulan dan bisa berkembang menjadi tujuan menengah ataupun tujuan panjang yang ingin dicapai suatu organisasi.

Tujuan Jangka Menengah

Jika sebelumnya disebutkan terdapat tujuan operasional, maka pada tujuan menengah yang ditargetkan dapat tercapai dalam kurun waktu 1-3 tahun ini disebut juga tujuan taktis. Adanya tujuan menengah dari organisasi ini bisa muncul dikarenakan hasil perkembangan dari tujuan operasinal atau tujuan jangka pendek.

Tujuan Jangka Panjang

Terakhir merupakan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai oleh suatu organisasi. Tujuan jangka panjang ini hanya bisa dicapai sesuai dengan misi yang dimiliki oleh organisasi tersebut. Umumnya, tujuan jangka panjang ini memiliki kisaran waktu 3-5 tahun untuk dicapai.

Tujuan jangka panjang ini pun baru akan berhasil ketika tujuan jangka pendek dan jangka menengah sudah tercapai. Selain itu, tujuan jangka panjang ini pun sering disebut dengan tujuan strategis.

Manfaat Organisasi

Organisasi dibentuk tidak hanya harus memiliki tujuan yang jelas bagi seluruh anggotanya, tetapi juga memberikan manfaat yang baik. Umumnya mengapa seseorang akan dengan sukarela mendaftar sebagai anggota organisasi karena akan mendapatkan beberapa manfaat sebagai berikut ini:

1. Belajar bekerja sama dan saling menghargai

Sebuah organisasi yang memiliki banyak anggota tentu saja terdiri dari berbagai macam jenis orang dengan karakter, sikap, dan kebiasaan yang berbeda. Karena sebuah organisasi tidak mungkin berjalan jika setiap anggota hanya mengerjakan tugasnya sendiri-sendiri, maka mereka sudah pasti harus mau menurunkan egonya masing-masing dan beradaptasi satu sama lain. Rasa saling berempati dan menghargai inilah yang bisa mengawali sebuah kerja sama terjalin.

Tentu di sebuah organisasi juga memiliki struktur administratif seperti ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, ketua perdivisi, anggota dan lain-lain. Jika sudah masuk ke dalam kegiatan organisasi maka peran tersebut akan berlaku. Di sini setiap anggota akan belajar saling menghargai tidak hanya sebagai teman sesama anggota organisasi tetapi juga menghargai peran yang diemban oleh temannya yang lainnya. Itulah mengapa di organisasi para anggota bisa belajar mengenai cara bekerja sama dan saling menghargai satu sama lainnya.

2. Mendapat keuntungan pribadi

Jangan berpikiran negatif dulu ya. Keuntungan pribadi memang bisa didapatkan jika mengikuti sebuah organisasi. Apalagi jika organisasi itu berkaitan erat dengan apa yang disukai atau sesuai dengan hal yang ingin dicapai di masa depan.

Salah satu keuntungan pribadi yang bisa didapatkan jika menjadi anggota sebuah organisasi adalah mengasah soft skill. Kemampuan ini bisa berupa mengasah kemampuan memimpin, mengambil keputusan, mencari solusi di setiap masalah, bersosial dengan orang-orang baru atau belum pernah ditemui, sampai mengatasi sesuatu hal tidak terduga. Selain kemampuan di dalam diri yang meningkat, tentu saja pergaulan dan relasi menjadi lebih kuat.

3. Dapat berkumpul untuk bertukar informasi

Kegiatan organisasi akan berjalan dengan rutin sesuai jadwal. Tidak setiap pertemuan akan membahas hal-hal serius. Kadang kala ada agenda santai yang dibuat untuk mengakrabkan diri atau hanya sekadar bertukar informasi dengan anggota yang lainnya.

Karena sebuah organisasi lebih menjunjung kerjasama dan juga saling merangkul, tentu organisasi bisa menjadi wadah untuk saling memberikan informasi terkait organisasi itu sendiri atau juga bisa kepentingan pribadinya untuk mengembangkan diri. Misalnya saja sebuah organisasi olahraga akan sering bertukar informasi tentang kejuaraan yang bisa diikuti hingga cara berlatih mandiri yang bisa dilakukan para atlit atau cara menjaga kebugaran selama tidak ada jadwal berlatih dan lain sebagainya.

4. Menambah pergaulan para anggotanya

Selain menambah kenalan dan teman sesama angota organisasi itu sendiri, sebuah organisasi akan melakukan relasi dengan organisasi lainnya yang serupa maupun tidak. Hal ini diperlukan untuk menambah ilmu pengetahuan setiap anggotanya juga demi mewujudkan tujuan dari organisasi itu sendiri.

Sehingga, setiap anggota pasti akan bertemu dengan orang baru dan otomatis akan mendapat kenalan baru lagi. Inilah salah satu keuntungan yang bisa didapatkan setiap anggota organisasi: menambah pergaulan juga relasi.

5. Memberikan pendidikan dan menambah pengalaman baru untuk para anggotanya

Pendidikan yang dimaksud ini bukan pendidikan secara formal atau akademis saja tetapi juga hal-hal lain yang tidak diajarkan di sekolah atau kampus. Beberapa pelatihan sering dilakukan seperti workshop tentang kepemimpian atau yang sesuai dengan tujuan dan cita-cita organisasi.

Pemberian pendidikan dan pengalaman baru untuk para anggotanya ini tidak hanya berguna bagi organisasi tetapi juga setiap individu yang ikut serat.

Nah bagaimana? Setelah mengetahui manfaat dari organisasi, apakah kamu mulai tertarik untuk bergabung dengan salah satu organisasi yang kamu ketahui?

Ciri-Ciri Organisasi

Jika dilihat dengan cara paling sederhana, sebuah organisasi memang hanya terlihat seperti sekumpulan orang yang berkumpul saja. Tetapi sebenarnya setiap organisasi memiliki ciri-ciri tersendiri. Suatu sekumpulan manusia yang berkumpul bisa disebut menjadi sebuah organisasi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

1. Merupakan Kelompok Atau Perkumpulan Orang yang Terstruktur

Untuk disebut sebagai organisasi, minimal terdapat 2 anggota yang dimiliki. Meski demikian, umumnya sebuah organisasi ini memiliki anggota yang cukup banyak. Anggota-anggota ini tidak hanya sekadar berkumpul saja tetapi juga terstruktur. Terstruktur yang dimaksud ini adalah setiap anggota memiliki peran masing-masing mulai dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, hingga sub-sub divisi tersendiri.

Hal ini juga akan melatih setiap anggota untuk memiliki fokus peran dan tidak setiap tanggung jawab hanya dilimpahkan kepada satu orang saja. Adanya peran yang jelas ini akan membantu setiap anggota yang terlibat untuk bekerjasama sesuai dengan porsinya masing-masing.

2. Punya Tujuan

Ciri sebuah organisasi tidak hanya berhenti pada berkumpul dan berkelompok saja, tetapi perkumpulan tersebut haruslah memiliki tujuan yang jelas. Tidak hanya jelas, tetapi juga disetujui dan disepakati oleh semua anggota untuk dicapai bersama dalam kurun waktu tertentu yang sudah ditentukan. Tujuan ini biasanya akan tertuang di dalam visi dan misi dari organisasi tersebut. Adanya tujuan ini juga sebagai batasan agar organisasi yang didirikan tidak melenceng jauh atau kehilangan arah.

3. Terdapat Kerjasama Antar Anggota

Seperti yang sudah disinggung pada ciri nomor 1 bahwa organisasi yang terstruktur dengan jelas akan memberikan tugas yang jelas untuk dikerjakan oleh para anggotanya. Tugas yang diberikan ini tentu saja tidak hanya tugas mandiri tetapi juga akan berkaitan dengan tugas bersama-sama dikarenakan sebuah organisasi memiliki satu tujuan yang ingin dicapai bersama. Dari sinilah akan tercipat kerjasama antar anggota yang saling bahu membahu agar tujuan yang telah disepakati tadi bisa tercapai dengan baik.

4. Diikat Oleh Peraturan

Setiap hal yang akan dilakukan oleh setiap anggota organisasi ini diikat oleh aturan-aturan. Tentu saja saat berkegiatan ada aturan tertulis yang harus disepakati. Umumnya hal tersebut bersifat administratif secara operasional pelaksanaan. Tetapi juga terdapat peraturan tidak tertulis, misalnya saja untuk selalu berlaku sopan.

Adanya aturan ini tidak hanya membuat para anggota untuk lebih tertib dan disiplin, tetapi juga membantu setiap anggota untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaannya karena dibatasi oleh peraturan tersebut. Tanggung jawab yang mereka emban akan menjadi lebih jelas dan dapat terselesaikan dengan baik.

Empat ciri-ciri yang telah disebutkan di atas bisa dikatakan merupakan sebuah ciri-ciri umum yang terdapat pada suatu organisasi apapun. Jika lebih spesifik lagi, setiap organisasi yang menangani hal-hal tertentu dengan tujuan yang lain pun memiliki ciri-ciri lain yang sifatnya khusus. Coba perhatikan organisasi yang terdapat disekitarmu dan analisa ciri-ciri khusus yang ada pada organisasi tersebut selain keempat ciri yang telah disebutkan sebelumnya?!

Bentuk dan Contoh Organisasi yang Ada di Indonesia

Bisa dikatakan bahwa di Indonesia ini bentuk organisasi sangatlah banyak. Dari tingkat sosial kehidupan, sekolah, pekerjaan, dan bernegara kita semua berada ditengah organisasi yang beraneka ragam. Organisasi-organisasi tersebut ternyata bisa dikelompokkan sesuai dengan bentuknya. Beberapa bentuk organisasi yang ada di Indonesia seperti:

1. Organisasi Sosial

Salah satu bentuk organisasi yang paling banyak ada di Indonesia adalah sebuah organisasi sosial. Organisasi ini bisa muncul dalam tingkatan kecil secara lokal hingga juga bersifat nasional dalam skala besar dan memiliki cabang di setiap daerah di Indonesia.

Organisasi sosial dibuat tanpa memikirkan kerugian atau keuntungan apa yang akan didapatkan karena tujuan utamanya adalah untuk kepentingan sosial. Bisa dikatakan bahwa organisasi ini adalah organisasi non-profit. Dikarenakan tujuan utamanya adalah untuk kepentingan sosial maka anggota yang terdaftarpun hadir secara sukarela untuk kepentingan kemanusiaan.

Salah satu organisasi sosial yang paling besar dan dikenal oleh masyarakat luas pun terdapat hampir di setiap daerah adalah Bafan Nasonal Pencarian dan Penyelamatan atau yang lebih umum dikenal dengan sebutan SAR. Kata SAR sendiri merupakan kepanjangan dari Search and Rescue. Organisasi ini milik pemerintahan dan beroperasi secara nasional.

2. Organisasi Olahraga

Seperti namanya, organisasi olahraga ini merupakan sekelompok orang yang bergerak di bidang olah raga dengan tujuan sebagai wadah demi mencapai prestasi yang terbaik. Sebuah organisasi olah raga ini umumnya memiliki anggota atlet dan juga pelatih. Apabila tidak ada organisasi olahraga maka banyak orang yang berprestasi tidak bisa terarah dengan baik dan mengasah kemampuannya.

Beberapa contoh organisasi olah raga ini seperti PB Djarum sebagai wadah bagi para atlet dan pelatih bulutangkis di Indonesia, PSSI sebagai organisasi yang mengatur tentang sepak bola, PERBAKIN untuk olah raga menembak dan masih banyak lagi lainnya. Setiap organisasi olahraga cenderung berfokus pada satu jenis olahraga saja.

3. Organisasi Keagamaan

Sudah sangat umum di telinga masyarakat Indonesia mengenai organisasi NU (Nahdlatul ‘Ulama) dan juga Muhammadiyah. Kedua organisasi tersebut merupakan organisasi keagamaan yang cukup besar di Indonesia. Meski demikian, masih banyak lagi organisasi keagamaan yang ada di Indonesia ini.

Tujuan dibuatnya organisasi keagamaan ini seharusnya lebih berfokus sebagai wadah bagi umat dan mengurus hal-hal yang berkaitan dengan agama tersebut dengan menyebarkan kebaikan, menjaga keharmonisan dan menyeimbangkan nilai norma yang berlaku di masyarakat itu sendiri. Organisasi ini juga bisa digunakan sebagai media untuk membatasi kekeliruan pemahaman yang berkembang di masyarakat dan untuk menghindarkan pertikaian hanya karena perbedaan-perbedaan yang jelas ada.

4. Organisasi Pemuda

Jika melihat sejarah tentang adanya organisasi di Indonesia ini sudah ada sejak lama sekali. Bisa dikatakan organisasi pemuda pertama muncul pada tahun 1908 yaitu yang kita kenal sebagai Budi Utomo. Pada masa itu, organisasi Budi Utomo dibentuk oleh Dr. Soetomo dan 2 orang mahasiswa STOVIA uaitu Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada 20 Mei 1908 dan atas usulan Dr. Wahidin Sudirohusodo organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak berkepentingan politik.

Semakin berkembangnya organisasi, saat ini organisasi pemuda ini dibuat sebagai wadah bagi kaum muda untuk melakukan kebaikan dan pembangunan sesuai dengan visi misi yang telah ditentukan. Umumnya organisasi pemuda inipun bergerak demi memajukan pembangunan bangsa. Contohnya seperti KNPI, Pemuda Muhammdiyah dan lain sebagainya.

Contoh paling dekat dari organisasi ini adalah organisasi pemuda yang ada disetiap desa atau juga sering disebut sebagai Karang Taruna. Selain dibentuk sebagai wadah pemuda-pemuda di desanya untuk membangun dan menjaga desa, juga dibuat agar para pemudia ini lebih akrab dengan cara yang lebih bermanfaat dan terpantau.

5. Organisasi Mahasiswa

Seperti namanya, organisasi mahasiswa ini dibuat dilingkungan universitas yang anggotanya adalah para mahasiswa itu sendiri. Umumnya, setiap fakultas atau jurusan akan memiliki organisasinya sendiri. Organisasi kecil ini kemudian disatukan dalam sebuah organisasi besar universitas

Biasanya organisasi fakultas atau jurusan disebut sebagai HIMA atau Himpunan Mahasiswa. Bentuk organisasi yang lebih besar ini terikat di dalam BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa. Beberapa organisasi lainnya yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa adalah MAPALA atau Mahasiswa Pecinta Alam.

Organisasi mahasiswa ini tentu saja dibentuk sebagai salah satu fasilitas yang bisa mewadahi bakat, minat dan kemampuan mahasiswa agar bisa dikembangkan dengan cara yang bermanfaat dan maksimal.

Nah, sampai disini apakah sudah jelas tentang pengertian dari organisasi?

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *