Doa Sehari Hari

Rukun Nikah dan Syarat Sah Nikah dalam Agama Islam

×

Rukun Nikah dan Syarat Sah Nikah dalam Agama Islam

Share this article
nikah

Menikah adalah ibadah yang paling diimpikan setiap orang. Baik bagi muslim dan muslimah, menikah merupakan ibadah yang paling ditunggu. Dalam Al-Quran, pernikahan disebut dengan  mitsaqan ghalizha, yakni perjanjian yang amat kukuh atau kuat. Sehingga tidak baik bila Anda tidak menganggapnya serius, sampai menganggap enteng perceraian.

Dalam Islam, menikah memiliki makna yang begitu dalam. Selain menciptakan generasi yang sholeh dan sholehah, Allah menyiapkan berbagai berkah di balik pernikahan. Segala aktivitas dalam kehidupan rumah tangga bahkan dianggap sebagai ibadah dan sedekah. Sehingga tak mengherankan jika menikah juga disebut sebagai ladang pahala.

Tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah menjauhkan seseorang dari perbuatan maksiat. Menikah juga merupakan sunnah Nabi Muhammad yang terkutip dalam hadistnya.

Menikah adalah sunnahku, barangsiapa yang tidak mengamalkan sunnahku, bukan bagian dariku. Maka menikahlah kalian, karena aku bangga dengan banyaknya umatku (di hari kiamat).”

(HR. Ibnu Majah no. 1846, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 2383).

Menikah adalah ibadah yang baik untuk Anda. Pasalnya, pernikahan merupakan hal yang mulia dalam Islam. Ikatan suci pernikahan bermanfaat dalam menjaga kehormatan diri, serta terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Setelah menikah, sebagai seorang muslim Anda diwajibkan untuk menundukkan pandangan. Anda juga wajib membentengi diri dari perbuatan keji. Dengan menikah Anda mampu menjauhkan diri dari perbuatan zina yang merendahkan martabat.

Baca Juga :   √ Doa Keluar Rumah dan Masuk Rumah Sesuai Sunnah Rossul

Wahai para pemuda, jika kalian telah mampu, maka menikahlah. Sungguh menikah itu lebih menentramkan pandangan dan kelamin. Bagi yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa bisa menjadi tameng baginya.” (HR. Bukhari No. 4779).

Syarat Sah Nikah

Namun, untuk melaksanakan ibadah yang paling panjang dalam kehidupan manusia ini, ada bebera[a rukun dan syarat sah yang harus dipenuhi. Artinya, jika salah satu rukun dan syarat tersebut tidak dipenuhi, maka pernikahan yang dlaksanakan tidak sah.

Nah, berikut adalah rukun dan syarat sah nikah.

Ada Calon Mempelai Laki-laki dan Perempuan

Syarat menikah paling penting adalah adanya calon mempelai laki-laki dan perempuan. Tanpa adanya kedua mempelai, tentu saja proses akad tidak bisa ditunaikan, mengingat pernikahan tidak bisa diwakilkan.

Anda juga tidak boleh menikahi orang yang haram untuk dinikahi. Mereka adalah seseorang yang memiliki pertalian darah, memiliki hubungan persusuan, dan memiliki hubungan kemertuaan dengan Anda.

Ada Wali untuk Mempelai Perempuan

Baca Juga :   √ Puasa Syawal : Bacaan Niat, Tata Cara dan Keutamaannya

Jika Anda seorang perempuan, Anda harus memiliki wali. Wali nikah pihak perempuan antara lain ayah, kakek, dan saudara dari garis keturunan ayah. Orang yang berhak jadi wali di antaranya ayah, kakek dari pihak ayah, saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki se-ayah, saudara kandung ayah, dan anak laki-laki dari saudara kandung ayah.

Ada Saksi dari Kedua Belah Pihak

Untuk mendapatkan pernikahan yang sah, diperlukan saksi dari kedua belah pihak. Persyaratan saksi antara lain orang tersebut beragama Islam, laki-laki, baligh, merdeka, berakal, dan adil. Saksi bisa berasal dari pihak keluarga, tetangga, dan orang yang dipercaya seperti sahabat.

Ada Mahar

Keberadaan mahar atau maskawin sangat penting ketika prosesi pernikahan. Mahar juga menjadi syarat nikah dalam Islam.

Mahar yakni sejumlah harta yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Agama Islam juga menggunakan nilai uang sebagai acuan mahar pernikahan. Mempelai perempuan bisa meminta harta seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, dan benda berharga lainnya.

Setelah disepakati, mahar harus diserahkan seutuhkan pada pihak perempuan.

Ijab dan qabul

Inilah prosesi yang paling mengharukan bagi calon mempelai. Ijab dan qabul adalah janji suci kepada Allah SWT. Ijab dan qabubl dilaksanakan di hadapan penghulu, wali dan saksi.

Baca Juga :   Doa Nabi Nuh as Ketika Banjir Dan Naik Kapal Beserta Artinya Lengkap

Tanpa pelaksanaan Ijab dan qabul, tidak ada pernikahan yang sah. Prosesi ini merupakan syarat wajib agar pasangan menikah sah sebagai sepasang suami istri.

Di samping itu, sebelum memenuhi syarat menikah yang sah, perlu diketahui juga rukun sah nikah dalam agama islam.

 

 

Rukun Nikah

Nah, ketika Anda sudah membaca seluruh syarat nikah kini saatnya mendalami rukun nikah. Rukun menikah dalam islam terbagi menjadi 5 bagian.

Berikut merupakan rukun sah nikah dalam Islam:

  1. Mempelai pria dan wanita sama-sama beragama Islam
  2. Mempelai laki-laki tidak termasuk mahram bagi calon istri
  3. Wali akad nikah dari perempuan bersedia menjadi wali
  4. Kedua mempelai tidak dalam kondisi sedang ihram.
  5. Pernikahan berlangsung tanpa paksaan.

Nah, itu tadi merupakan syarat dari rukun menikah dalam Islam yang sah. Anda wajib memperhatikan syarat dan rukun nikah dalam Islam agar pernikahan sah dan bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahman.

Jika salah satu rukun ataupun syarat pernikahan seperti telah dijelaskan di atas tidak terpenuhi, maka pernikahan Anda dikatakan tidak sah dan hubungan yang terjalin antara perempuan dan laki-laki termasuk dalam zina.

Belanja Shopee Mom & Kids